Bupati Magelang mengajak semua elemen atasi kekeringan
Minggu, 13 September 2026 06:06 WIB
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengajak semua elemen masyarakat peduli kekeringan di Magelang, Sabtu (12/9/2026). ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengajak semua elemen masyarakat bergandengan tangan untuk mengatasi kekeringan di sejumlah daerah setempat.
"Hari ini di beberapa titik Kabupaten Magelang ada beberapa kecamatan yang terdampak, yang pasokan air bersihnya sudah menipis. Tentu ini mengganggu aktivitas ekonomi, aktivitas kesehatan, dan aktivitas masyarakat pada umumnya," katanya di Magelang, Jateng, Sabtu.
Ia menyampaikan pemerintah daerah terus melakukan langkah penanganan dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah setempat.
Ia menilai kondisi musim kemarau tahun ini lebih panas dan kering menyebabkan pasokan air bersih di sejumlah kecamatan mulai menipis.
Menurut dia, air bersih saat ini menjadi salah satu kebutuhan vital masyarakat.
Kekurangan pasokan air, katanya, tidak hanya berdampak pada kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas ekonomi, kesehatan, dan kehidupan masyarakat secara umum.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan relawan, salah satunya melalui aksi kemanusiaan Muhammadiyah yang melakukan droping air bersih bagi warga terdampak kekeringan.
Ia mengapresiasi kepedulian dan sinergi yang dilakukan Muhammadiyah bersama para relawan.
Menurut dia, persoalan kekeringan tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Magelang tetap fokus menangani persoalan kekeringan, termasuk dengan mengalokasikan anggaran untuk pemenuhan kebutuhan air bersih.
Setiap laporan maupun masukan dari masyarakat, ujar dia, akan diupayakan mendapat respons secara cepat.
Bahkan, Pemerintah Kabupaten Magelang melalui BPBD telah menyiapkan sistem berbasis aplikasi untuk mempermudah masyarakat melaporkan kebutuhan air bersih.
Ia berharap, sistem tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan didukung seluruh elemen sehingga distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mahendra Setya Atmaja mengatakan aksi droping air bersih tersebut berawal dari kepedulian para pemuda Muhammadiyah yang berada di berbagai desa.
Dia menyebut para pemuda melihat langsung kebutuhan masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka dan kemudian berinisiatif untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
"Ide ini orisinal dari teman-teman yang saat ini ada di desanya masing-masing. Mereka menyampaikan bahwa teman-teman yang muda ini ingin berbagi dan memberikan sesuatu yang memang menjadi kebutuhan bapak ibu yang ada di sekitar desa masing-masing," katanya.
Ia menilai di tengah perkembangan teknologi dan era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), masih banyak generasi muda yang memiliki kepedulian sosial dan jiwa welas asih terhadap masyarakat di sekitarnya.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah, katanya, berupaya menjadi pemantik agar gerakan kepedulian tersebut dapat terus berkembang melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah desa.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.