Bupati Magelang dorong Bank Bapas 69 dalam pertumbuhan UMKM

September 2026 · 2 minute read

Bupati Magelang dorong Bank Bapas 69 dalam pertumbuhan UMKM

Rabu, 9 September 2026 21:38 WIB

Image Print

Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat menjadi inspektur upacara Peringatan HUT ke-57 Bank Bapas 69 di Magelang, Rabu (9/9/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Bupati Magelang Grengseng Pamuji terus mendorong PT BPR Bank Bapas 69 (Perseroda) dalam pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan sektor produktif lainnya di daerah tersebut.

Bupati di Magelang, Rabu, mengapresiasi kinerja PT BPR Bank Bapas 69 (Perseroda) Kabupaten Magelang yang mampu menjaga performa positif di tengah tantangan perekonomian dan perlambatan pertumbuhan perbankan.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menjadi inspektur upacara Peringatan HUT ke-57 Bank Bapas 69 di Kantor Pusat Bank Bapas 69.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, saya menyampaikan selamat ulang tahun kepada PT BPR Bank Bapas 69. Semoga di usia yang ke-57 ini semakin maju, semakin profesional, dan terus menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Magelang," katanya.

Menurut dia, kinerja Bank Bapas 69 patut diapresiasi, terlebih lembaga keuangan milik daerah tersebut terus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Magelang.

Berdasarkan kinerja per 30 Juni 2026, katanya, total aset Bank Bapas 69 mencapai Rp1,608 triliun. Bank Bapas 69 juga memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan audit Akuntan Publik serta predikat “Sangat Sehat” dalam penilaian tingkat kesehatan bank.

Ia menuturkan, transformasi digital perlu terus dipacu untuk meningkatkan kemudahan, efisiensi, dan keamanan layanan kepada nasabah.

Direktur Utama Bank Bapas 69 Rohmad Widodo mengatakan, usia 57 tahun menjadi fase kematangan bagi perusahaan.

Menurutnya, pertumbuhan tidak hanya diukur dari ekspansi usaha, tetapi juga dari kemampuan menjaga fundamental dan kepercayaan masyarakat.

"Di usaha perbankan memang wajib untuk bertumbuh. Tetapi situasi saat ini memang tidak baik-baik saja, baik global, nasional, regional maupun lokal. Pertumbuhan perbankan mengalami perlambatan dan NPL juga mengalami kenaikan," katanya.

Ia menyebutkan, rata-rata NP secara nasional berada di kisaran 13 persen, sedangkan Jawa Tengah sekitar 19 persen. Sementara itu Bank Bapas 69 mampu menjaga NPL di kisaran 5 persen.

"Alhamdulillah Bank Bapas 69 masih di kisaran 5 persen sesuai ketentuan. Ini yang perlu kita jaga. Kita memiliki bank yang tetap settle di bidangnya," katanya.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.