Bengkulu (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Bengkulu menyatakan siap menyalurkan sekitar 2.700 ton beras kepada sekitar 270 ribu penerima bantuan pangan (PBP) di Provinsi Bengkulu untuk alokasi Juli 2026 setelah menerima penetapan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
"Untuk kesiapan kita baik beras kepada masyarakat penerima sudah siap. Tinggal menunggu surat dari Bapanas. Insyaallah mungkin minggu kedua atau minggu ketiga Juli ini sudah ada penetapan pemerintah, kemudian kita tinggal melaksanakan penyalurannya," kata Kepala Bulog Kanwil Bengkulu Doddy Syahrial di Bengkulu, Sabtu.
Doddy mengatakan bantuan pangan alokasi Juli hanya berupa beras sebanyak 10 kilogram untuk setiap PBP. Menurut dia berbeda dengan penyaluran alokasi Februari dan Maret 2026 yang disertai minyak goreng, pada penyaluran kali ini masyarakat hanya menerima beras.
Dia menjelaskan jumlah penerima manfaat pada alokasi Juli diperkirakan tetap sekitar 270 ribu PBP yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Dengan alokasi 10 kilogram per penerima, total beras yang akan disalurkan mencapai sekitar 2.700 ton.
Menurut dia, Bulog telah menyiapkan seluruh kebutuhan beras sehingga distribusi dapat segera dilakukan setelah surat penetapan dari Bapanas diterbitkan.
Kemudian, Doddy mengatakan keberhasilan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari dan Maret yang telah mencapai 100 persen tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses distribusi.
Sinergi tersebut, lanjutnya, akan kembali dilakukan pada penyaluran bantuan pangan alokasi Juli agar beras dapat diterima masyarakat sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain menyiapkan bantuan pangan, Bulog juga memastikan ketersediaan stok beras pemerintah tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun berbagai program pemerintah di Provinsi Bengkulu.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.