BRIN kembangkan gas ANG untuk gantikan LPG tiga kilogram

September 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan inovasi Adsorbed Natural Gas (ANG) yang diproyeksikan menjadi alternatif pengganti gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) bagi rumah tangga.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan bahwa teknologi yang dikembangkan menggunakan Metal Organic Framework (MOF) tersebut akan menghadirkan tingkat efisiensi pemakaian yang amat tinggi.

"Jadi akan ada efisiensi dua kali, hampir 1,5 sampai dua kali lipat, dan ini akan menjadi revolusi energi di Indonesia," katanya dalam kegiatan Energy Week 2026 di Jakarta, Selasa.

Arif mencontohkan, apabila sebuah rumah tangga biasanya menghabiskan satu tabung gas konvensional berkapasitas tiga kilogram dalam waktu sepuluh hari, teknologi ANG dapat memperpanjang durasinya hingga 20-25 hari.

Inovasi terobosan yang ramah lingkungan ini, jelas dia, dikembangkan secara kolaboratif bersama pakar ternama dari Kyoto, Prof Susumu Kitagawa, dengan membangun laboratorium kemitraan (sister lab) di Serpong, Tangerang Selatan.

Baca juga: Wamen Investasi: Pusat pengembangan bioetanol perkuat ketahanan energi

"Mohon doanya moga-moga 2027 ini inovasi ini bisa kita launching, dan kemudian bisa disebarluaskan kepada masyarakat," ujar Arif.

Menurut Kepala BRIN, pengembangan sumber energi gas baru ini merupakan bagian dari upaya keras BRIN dalam menuntaskan mandat kemandirian dan kedaulatan energi nasional agar sejajar dengan negara-negara maju.

Sebab, inovasi yang kuat, ekosistem yang kondusif, serta ekosistem yang menghubungkan laboratorium, perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat diperlukan dalam upaya transformasi energi nasional.

"Pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu prioritas penting, karena kita punya potensi sangat besar, energi surya, panas bumi, angin, bioenergi, serta berbagai sumber energi bersih lainnya," tutur Arif Satria.

Sementara, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menilai langkah hilirisasi teknologi yang digawangi oleh pihak BRIN bersama para peneliti di perguruan tinggi ini menjadi jalan keluar yang paling masuk akal dan berkelanjutan.

"Dengan riset yang kuat, talenta yang unggul, dan industri yang terlibat insya Allah Indonesia mampu membangun kemandirian energi, memperkuat industri nasional, dan melangkah menjadi negara maju," ucap Brian Yuliarto.

Baca juga: Mendiktisaintek dorong konversi motor listrik untuk tekan impor energi

Baca juga: BRIN jajaki kerja sama inovasi batu bara dengan Dakota Utara

Baca juga: BRIN dukung riset panel surya generasi baru untuk kemandirian energi

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.