Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan riset dan inovasi di bidang konstruksi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang “Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi pada Industri Konstruksi dalam Mendukung Transformasi Pembangunan Berkelanjutan”. Penandatanganan dilaksanakan di Kantor Pusat BRIN, Jakarta, Selasa (18/8).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan riset dan inovasi BRIN dengan pengalaman, kompetensi, serta kebutuhan nyata WIKA Group di industri konstruksi. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan teknologi konstruksi yang inovatif, aplikatif, efisien, berdaya saing, serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain itu, kerja sama riset ini juga bertujuan mengeksplorasi dan mengembangkan alternatif teknologi yang lebih ramah lingkungan guna mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam industri konstruksi.
Direktur Utama WIKA, I Ketut Pasek Senjaya, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BRIN menjadi langkah penting bagi WIKA Group dalam memperkuat kapasitas riset dan inovasi sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya WIKA Group untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi dengan mempertemukan kemampuan BRIN di bidang penelitian dengan pengalaman serta kebutuhan industri yang dimiliki WIKA Group. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada riset, tetapi dapat menghasilkan teknologi yang aplikatif dan dapat dihilirisasi, termasuk alternatif teknologi yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung penerapan ESG dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Pasek Senjaya.
Melalui Nota Kesepahaman tersebut, BRIN dan WIKA akan membangun kolaborasi yang mencakup rangkaian proses penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, hingga invensi dan inovasi di bidang teknologi konstruksi. Pelaksanaannya juga akan melibatkan sinergi di lingkungan WIKA Group sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan masing-masing entitas.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan teknologi rumah beton pracetak, teknologi beton dan sistem konstruksi perkeretaapian, teknologi beton untuk konstruksi tanggul laut, teknologi konstruksi Small Modular Reactor (SMR) nuklir, serta pengembangan teknologi beton yang lebih ramah lingkungan.
Pengembangan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mencari alternatif material, metode, dan teknologi konstruksi yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya serta memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah. Hal ini sekaligus mendukung penguatan penerapan aspek ESG dalam kegiatan usaha WIKA Group.
Ruang lingkup kerja sama menjadi landasan untuk mendorong pengembangan teknologi konstruksi yang tidak hanya menjawab kebutuhan pembangunan saat ini, tetapi juga relevan dengan tantangan pembangunan di masa mendatang. Melalui sinergi BRIN dan WIKA Group, hasil riset diharapkan dapat dikembangkan menjadi solusi yang memberikan nilai tambah bagi industri konstruksi sekaligus mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Selain pengembangan teknologi, kerja sama ini turut mencakup pemanfaatan sarana dan prasarana, pendayagunaan personel dan tenaga ahli, pertukaran data dan informasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.