BPS Sulteng: Komoditas besi dan nikel dominasi ekspor 71,52 persen
Sabtu, 3 Oktober 2026 14:08 WIB
Ilustrasi - Pekerja melakukan kegiatan di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulteng. ANTARA/HO-PT IMIP
Kota Palu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebutkan komoditas besi baja dan nikel terus menjadi penopang utama ekspor di Provinsi Sulteng dengan total kontribusi mencapai 71,52 persen dari keseluruhan nilai ekspor daerah tersebut pada Agustus 2026.
Kepala BPS Sulteng Daryanto, di Kota Palu, Sabtu, mengatakan total nilai ekspor dua komoditas yakni besi baja dan nikel hasil hilirisasi industri menyumbang sebesar 1.728,86 juta dolar Amerika Serikat (AS) dari total ekspor Sulteng yang mencapai 2.417,50 juta dolar AS pada Agustus 2026.
"Jadi besi baja memiliki nilai ekspor sebesar 1.164,18 juta dolar AS dan memberikan kontribusi terbesar yaitu 48,16 persen terhadap total nilai ekspor," kata Daryanto.
Ia mengemukakan komoditas nikel berada di posisi kedua dengan nilai ekspor mencapai 564,68 juta dolar AS atau menyumbang 23,36 persen dari total ekspor bulan tersebut.
Sementara itu, untuk komoditas bahan bakar mineral menempati urutan ketiga dengan nilai pengiriman sebesar 398,07 juta dolar AS atau berkontribusi sebesar 16,47 persen.
"Tentunya apabila digabungkan, tiga kelompok komoditas utama ini menguasai lebih dari 88 persen total aktivitas ekspor Sulawesi Tengah pada bulan Agustus," ujarnya pula.
Menurut dia, komoditas lain yang turut memberikan andil pada kinerja perdagangan luar negeri Sulteng seperti aluminium sebesar 123,54 juta dolar AS atau 5,64 persen dan bahan kimia anorganik senilai 131,61 juta dolar AS atau 4,84 persen.
"Periode Januari hingga Agustus 2026, total nilai ekspor besi baja Sulawesi Tengah telah menembus angka 9.119,64 juta dolar AS. Angka ini mencatatkan peranan dominan sebesar 53,02 persen terhadap keseluruhan ekspor kumulatif daerah yang mencapai 17.201,37 juta dolar AS," katanya lagi.
Ia menuturkan untuk komoditas nikel secara keseluruhan hingga Agustus 2026 menyumbang 3.578,74 juta dolar AS atau setara 20,80 persen dari total nilai ekspor daerah.
"Ini merupakan tren peningkatan performa komoditas hasil olahan industri pengolahan tambang ini terus menjaga kinerja neraca perdagangan Sulawesi Tengah tetap mencatatkan surplus," kata dia lagi.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026