Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berupaya menyasar 1,3 juta potensi calon jamaah haji baru asal Jawa Timur yang hingga kini belum tergarap optimal.
"Ada potensi sekitar 1,3 juta jemaah lain yang bisa kita galang di Jawa Timur sendiri,” kata Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander di Surabaya, Jumat.
Harry mengatakan di Jawa Timur terdapat 41 juta penduduk Muslim namun baru sekitar 2 persen yang mendaftar haji dan bahkan angka ini di bawah capaian Sulawesi Selatan dan Malaysia yakni masing-masing 4 persen dan 20 persen.
Menurut dia, potensi ekonomi dari tambahan 1,3 juta pendaftar calon jamaah haji mencapai Rp30 triliun ke perbankan syariah.
Hal ini lantaran setiap pendaftaran haji wajib membayar setoran awal ke bank syariah sebesar Rp25 juta per jemaah.
Setoran awal yang dilakukan pendaftar calon jamaah haji ini berpotensi mendorong market share perbankan syariah yang kini masih di angka 8 persen.
“Kondisi ini menempatkan Jawa Timur sebagai ladang potensi besar yang belum digarap secara optimal," ujarnya.
Harry mengungkapkan hambatan utama rendahnya pendaftaran haji di Jawa Timur karena masih adanya persepsi bahwa haji merupakan urusan orang tua sehingga generasi muda cenderung menunda pendaftaran.
Selain itu, banyak pekerja yang menunggu dana pensiun cair sebelum mendaftar haji, padahal mekanisme BPJS Ketenagakerjaan saat ini belum memungkinkan penarikan untuk keperluan haji.
Hambatan berikutnya, lanjut dia, adanya literasi mengenai kewajiban haji yang belum merata meski Jawa Timur dikenal sebagai kota santri dengan banyak pesantren.
Sementara itu, salah satu langkah yang dilakukan BPKH untuk memaksimalkan potensi ini adalah dengan digitalisasi layanan melalui BPKH Apps.
BPKH Apps memiliki berbagai fitur termasuk yang terbaru yaitu Tanya Haji berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat menjawab pertanyaan masyarakat mengenai perencanaan keuangan haji, lokasi kantor bank syariah terdekat, hingga panduan navigasi di Makkah dan Madinah.
Aplikasi ini rencananya, kata Harry, akan dilengkapi dengan fitur e-wallet hingga transfer domestik yang sedang diintegrasikan dengan aplikasi bank syariah.
Salah satu bank syariah yang mendukung pengembangan BPKH Apps adalah Bank Mega Syariah melalui M-Syariah.
BPKH juga bersinergi dengan Bank Mega Syariah untuk meningkatkan literasi masyarakat Jawa Timur melalui kegiatan Easy Sharia Talk yang sekaligus bertujuan mendorong generasi muda tertarik dengan haji sehingga mereka dapat mulai merencanakan keuangan lewat program GenHaj.
“Pertumbuhan tabungan haji perseroan mencapai rata-rata 4.000–5.000 rekening per bulan, dengan kontribusi segmen haji sekitar 50 persen dari total portofolio tabungan," kata Direktur Bisnis PT Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.