Palangka Raya (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat kemandirian ekonomi pekerja dan keluarga di Kota Palangka Raya melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya di Palangka Raya, Jumat, Satriyo Adi Sasongko mengatakan bahwa pelaksanaan Program PEKA di Palangka Raya menjadi bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi peserta dan keluarganya'
"Program ini tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri agar mampu menciptakan peluang usaha baru serta meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan," katanya.
Pernyataan itu diungkapkan dia terkait pelaksanaan Program PEKA di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Palangka Raya yang dihadiri Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dan Sekretaris Daerah Arbert Tombak.
Program yang telah bergulir di berbagai daerah tersebut kini hadir di Palangka Raya melalui kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kota Palangka Raya dan Rumah BUMN.
Sebanyak 55 peserta yang terdiri atas ahli waris penerima manfaat serta peserta aktif yang tengah memasuki masa persiapan pensiun mengikuti pelatihan kewirausahaan.
Selain penguatan literasi keuangan, peserta juga dibekali keterampilan mengembangkan usaha melalui materi digitalisasi produk, legalitas usaha, hingga praktik pembuatan kerajinan
Dia mengatakan, Program PEKA merupakan wujud nyata bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir bukan hanya saat peserta mengalami risiko kerja atau menerima manfaat jaminan sosial, tetapi juga mendampingi mereka untuk bangkit, mandiri, dan produktif.
"Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu dan pendampingan yang diberikan untuk mengembangkan usaha, sehingga manfaat yang diterima benar-benar menjadi modal dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujar Satriyo.
Ia juga menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, Rumah BUMN, serta berbagai mitra strategis lainnya agar semakin banyak peserta dan ahli waris yang memperoleh kesempatan mengikuti program pemberdayaan ekonomi tersebut.
Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berharap manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya memberikan rasa aman saat menghadapi risiko, tetapi juga mampu menjadi penggerak lahirnya pelaku-pelaku usaha baru yang mandiri, produktif, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat di Palangka Raya mengatakan bahwa program PEKA merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan manfaat jaminan sosial terus memberikan nilai tambah bagi peserta dan keluarganya.
"Program PEKA lahir dari semangat Value Beyond Protection, di mana kami menghadirkan nilai tambah sebelum risiko terjadi, saat risiko terjadi, maupun setelah manfaat diterima," ujar Saiful.
Saiful mengatakan, melalui Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan layanan kepada peserta tidak berhenti pada saat manfaat dibayarkan. Menurutnya, santunan yang diterima peserta maupun ahli waris diharapkan dapat menjadi modal produktif yang diperkuat melalui literasi keuangan, pelatihan, reskilling, upskilling, hingga pengembangan usaha.
Karena itu, Program PEKA dijalankan melalui prinsip 3P, yaitu Pelatihan, Produktivitas, dan Profit, sehingga manfaat jaminan sosial mampu memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Ia menambahkan, meski secara aturan kewajiban BPJS Ketenagakerjaan hanya membayarkan manfaat, pihaknya merasa memiliki tanggung jawab untuk memastikan peserta dan keluarganya dapat terus meningkatkan kesejahteraannya.
"Secara regulasi tugas kami selesai pada saat memberikan santunan. Namun kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan peserta, bahkan keluarganya, dapat melanjutkan hidup dengan lebih sejahtera," ujar Saiful.
Pewarta: Rendhik Andika
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.