BP3MI Kepri: Migrant Center jadi pusat informasi peluang kerja

August 2026 · 2 minute read

BP3MI Kepri: Migrant Center jadi pusat informasi peluang kerja

Kamis, 27 Agustus 2026 12:59 WIB

Image Print

Seorang mahasiswa ke Migrant Center BP3MI Kepri di Batam Tourism Polytechnic di Batam, Kepri, Rabu (26/8/2026). ANTARA/Amandine Nadja

Batam (ANTARA) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri) memanfaatkan keberadaan Migrant Center sebagai pusat informasi sekaligus tempat menjaring calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang ingin bekerja ke luar negeri.

Kepala BP3MI Kepri Imam Riyadi mengatakan Migrant Center yang telah tersedia di Politeknik Negeri Batam, Batam Tourism Polytechnic (BTP), dan Poltekkes Kemenkes Tanjung Pinang menjadi bagian dari ekosistem tata kelola penempatan dan pelindungan pekerja migran di Kepri.

Dia menjelaskan informasi yang disampaikan melalui Migrant Center mencakup peluang kerja, job order, hingga berbagai program yang diselenggarakan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), termasuk program SMK Go Global yang diluncurkan pada Rabu (27/8).

Selain menjadi tempat memperoleh informasi, Migrant Center juga telah dimanfaatkan untuk pelaksanaan pelatihan bagi calon pekerja migran.

“Sudah banyak yang berkunjung ke Migrant Center di kalangan mahasiswa, termasuk pelatihan peningkatan kapasitas SMK Go Global itu terjaring melalui Migrant Center,” ujarnya.

Ia mengharapkan pusat informasi tersebut memudahkan masyarakat memperoleh informasi yang benar sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri.

BP3MI Kepri juga sedang menjajaki pembentukan Migrant Center di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

“Sudah kami temui dan pihak kampus sangat mendukung. UMRAH kan merupakan kampus dengan spesialisasi di bidang maritim, dan ini juga membuka peluang untuk job order seperti able seaman dan di bidang perkapalan,” katanya.

Ia menyebut hingga Agustus 2026 terdapat 2.665 pekerja migran yang dipulangkan melalui proses deportasi dari Malaysia.

Para pekerja migran tersebut dipulangkan terlebih dahulu ke Batam sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal.

BP3MI Kepri mencatat penempatan pekerja migran hingga Agustus 2026 mencapai 3.095 orang.

“Penempatan ini mayoritas ke Malaysia dan Singapura, namun ada juga yang ke Eropa, Timur Tengah dan juga Rusia,” kata dia.

Pewarta : Amandine Nadja
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.