Bank BSN Gelar 10.000 Akad Pembiayaan Syariah Serentak

August 2026 · 4 minute read

Selular.ID – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menggelar akad massal 10.000 pembiayaan syariah secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin, 24 Agustus 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan, Bogor, Jawa Barat, tersebut menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-1 Bank BSN setelah resmi beroperasi sebagai Bank Umum Syariah (BUS).

Dari total 10.000 akad, pembiayaan perumahan menjadi porsi terbesar. Bank BSN mencatat 6.550 akad KPR Subsidi dan 1.975 akad KPR Non-Subsidi. Adapun 1.215 akad lainnya merupakan pembiayaan non-KPR dan 260 akad merupakan pembiayaan komersial.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, pelaksanaan 10.000 akad tersebut tidak hanya mencerminkan aktivitas bisnis perseroan, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan pembiayaan.

“Bagi Bank BSN, 10.000 akad hari ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan keluarga, pelaku usaha, harapan, dan cerita perjuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik,” ujar Alex Sofjan Noor.

KPR Subsidi Mendominasi Akad

Komposisi akad menunjukkan bahwa pembiayaan perumahan menjadi fokus utama dalam agenda Bank BSN tersebut. Jika digabungkan, KPR Subsidi dan KPR Non-Subsidi mencapai 8.525 akad atau lebih dari 85% dari total 10.000 akad yang dilakukan secara serentak.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

KPR Subsidi menyumbang porsi terbesar dengan 6.550 akad. Produk ini berkaitan dengan pembiayaan rumah bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan program perumahan subsidi pemerintah. Sementara KPR Non-Subsidi mencapai 1.975 akad untuk segmen pembiayaan rumah di luar skema subsidi.

Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta mengatakan, akad massal tersebut menjadi momentum bagi perseroan untuk menghadirkan pembiayaan syariah secara langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan syariah.

Kinerja pembiayaan perumahan Bank BSN juga telah berkembang sebelum pelaksanaan akad massal ini. Hingga Juli 2026, Bank BSN telah menyalurkan 33.222 unit KPR Subsidi.

Berdasarkan data yang disampaikan perseroan, realisasi tersebut memberikan pangsa sekitar 24% secara nasional dan sekitar 84% dari total penyaluran KPR subsidi di industri perbankan syariah.

Posisi tersebut menempatkan Bank BSN sebagai salah satu pemain penting dalam penyaluran pembiayaan rumah subsidi melalui skema syariah.

Sebelumnya, hingga akhir Juni 2026, data BP Tapera menunjukkan Bank BSN telah menyalurkan pembiayaan FLPP kepada 23.130 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Secara nasional, realisasi FLPP pada periode tersebut mencapai 91.531 unit.

Pembiayaan Bank BSN Tumbuh

Momentum Milad ke-1 Bank BSN juga berlangsung ketika indikator bisnis perseroan menunjukkan pertumbuhan. Hingga 31 Juli 2026, Bank BSN mencatat aset sebesar Rp81,1 triliun atau tumbuh 22,2% secara tahunan.

Total pembiayaan mencapai Rp62 triliun, meningkat 25,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp64,1 triliun atau tumbuh 14,8% secara tahunan.

Pertumbuhan pembiayaan tersebut mencakup kebutuhan perumahan maupun segmen non-KPR dan komersial.

Komposisi 10.000 akad pada 24 Agustus juga memperlihatkan bahwa Bank BSN tidak hanya menyalurkan pembiayaan untuk kepemilikan rumah, tetapi tetap menjalankan pembiayaan di sektor lainnya.

Sebanyak 1.215 akad dalam agenda tersebut berasal dari pembiayaan non-KPR. Sementara 260 akad lainnya merupakan pembiayaan komersial.

Angka tersebut menjadi bagian dari keseluruhan 10.000 akad yang dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.

Perkuat Layanan Digital

Selain pembiayaan, Bank BSN juga mengembangkan kanal digital untuk memperluas akses nasabah. Salah satunya melalui aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN.

Hingga Juli 2026, Bale Syariah by BSN telah memiliki lebih dari 225.000 pengguna aktif. Platform tersebut mencatat lebih dari 2 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp4,88 triliun.

Data tersebut menunjukkan bahwa kanal digital menjadi bagian dari pengembangan layanan Bank BSN di luar aktivitas pembiayaan konvensional di kantor cabang.

Pengembangan ekosistem juga dilakukan melalui kemitraan dengan lebih dari 4.000 pengembang dan 3.000 notaris.

Bank BSN turut membangun sinergi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, Danantara Indonesia, serta pemerintah daerah dalam mendukung pembiayaan dan ekosistem perumahan.

Keterlibatan BP Tapera menjadi relevan terutama pada segmen KPR Subsidi. BP Tapera merupakan lembaga yang mengelola program pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pada periode sebelumnya, Bank BSN bersama PT Bank Tabungan Negara atau BTN juga menjadi dua bank dengan realisasi FLPP terbesar.

Hingga Juni 2026, BTN dan BSN secara gabungan telah menyalurkan FLPP kepada 67.518 MBR atau hampir 74% dari total realisasi FLPP nasional sebesar 91.531 unit.

Satu Tahun sebagai Bank Umum Syariah

Akad massal 10.000 pembiayaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Bank BSN setelah memasuki tahun pertama sebagai Bank Umum Syariah.

Perseroan menjadikan momentum tersebut untuk memperlihatkan kontribusinya dalam pembiayaan masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap produk keuangan berbasis prinsip syariah.

Dari sisi portofolio, dominasi KPR dalam agenda akad massal menunjukkan besarnya porsi pembiayaan perumahan dalam kegiatan tersebut.

Namun, keberadaan akad non-KPR dan komersial memperlihatkan cakupan pembiayaan yang juga menyasar kebutuhan individu dan kegiatan usaha.

Bank BSN menyebut pelaksanaan akad massal ini sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Penguatan layanan digital melalui Bale Syariah by BSN serta jaringan kemitraan dengan pengembang dan notaris melengkapi pengembangan ekosistem pembiayaan perseroan.

Bagi sektor perumahan, keterlibatan Bank BSN juga berlanjut melalui penyaluran KPR Subsidi dan kemitraan dengan BP Tapera serta Kementerian PKP.

Sementara bagi Bank BSN, capaian 10.000 akad dalam satu rangkaian kegiatan menjadi bagian dari ekspansi pembiayaan pada tahun pertama operasionalnya sebagai bank umum syariah.

Baca Juga: Bale Syariah BSN Integrasikan Top Up KMT Commuter Line