BMKG Memprediksi Agustus Jadi Puncak Kemarau 2026
Baca Juga: Apa Tugas Penyelam TNI AL?
Berdasarkan informasi terbaru BMKG, sebanyak 369 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,48 persen wilayah Indonesia diperkirakan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan Juli maupun September. Informasi ini juga sejalan dengan prediksi musim kemarau 2026 yang sebelumnya telah dipublikasikan BMKG.
Sementara itu, dalam unggahan Instagram resmi @infobmkg yang dikutip pada Rabu (29/7/2026), Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa BMKG terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung langkah mitigasi dan adaptasi terhadap kondisi iklim yang sedang terjadi.
Daftar Wilayah yang Masuk Musim Kemarau Agustus 2026
Berikut wilayah yang diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026 menurut BMKG.
Wilayah-wilayah tersebut diprediksi mengalami penurunan curah hujan yang cukup signifikan sehingga berpotensi menghadapi cuaca lebih panas dan kering dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Baca Juga: Contoh Susunan Upacara HUT RI 2026 di Sekolah yang Benar, Cocok untuk SD, SMP, dan SMA
Mengapa Agustus Menjadi Puncak Kemarau?
BMKG menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini dipengaruhi oleh perkembangan El Nino yang semakin menguat. Berdasarkan pemantauan pertengahan Juli 2026, intensitas El Nino telah mencapai kategori sangat kuat sehingga mampu mengurangi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia hingga Oktober 2026.
Kombinasi antara musim kemarau dan El Nino membuat Agustus menjadi periode ketika wilayah terdampak mencapai jumlah terbanyak.
Dampak yang Perlu Diwaspadai
Masyarakat di daerah yang memasuki puncak kemarau perlu mewaspadai beberapa dampak berikut.
Berkurangnya ketersediaan air bersih.
Meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Cuaca siang hari terasa lebih panas.
Penurunan kualitas udara yang dapat memicu ISPA.
Gangguan terhadap sektor pertanian akibat minimnya curah hujan.
Karena itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait diminta memperkuat langkah antisipasi sejak dini agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan.
Dalam hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG. Selain itu, beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain menggunakan air secara bijak, menghindari pembakaran lahan, serta menjaga kesehatan saat beraktivitas di tengah cuaca panas.
Bagi petani, BMKG juga menyarankan penyesuaian jadwal tanam dan penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering guna mengurangi risiko gagal panen.
Baca Juga: BMKG Rilis Jadwal Puncak Kemarau 2026, Waspadai Cuaca Panas hingga September
FAQ
Wilayah mana saja yang mengalami puncak kemarau pada Agustus 2026?
BMKG memprediksi puncak kemarau pada Agustus 2026 terjadi di Sumatera bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Mengapa Agustus menjadi bulan dengan puncak kemarau 2026?
Karena sekitar 48,48 persen wilayah Indonesia diperkirakan memasuki puncak musim kemarau pada bulan tersebut, jumlah tertinggi dibandingkan Juli maupun September.
Apakah El Nino memengaruhi musim kemarau 2026?
Ya. BMKG menyebut El Nino yang berada pada kategori sangat kuat berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia hingga Oktober 2026.