Beijing tak puas hasil investigasi pria yang masuki kedutaan di Tokyo

July 2026 · 2 minute read

Beijing tak puas hasil investigasi pria yang masuki kedutaan di Tokyo

Rabu, 29 Juli 2026 14:00 WIB

Image Print

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (28/7). ANTARA/Desca Lidya Natalia

Beijing (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri China menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil investasi soal masuknya seorang penyusup yang disebut anggota dari Pasukan Bela Diri Jepang ke Kedutaan Besar China di Tokyo pada Maret 2026 lalu.

"Sudah empat bulan sejak Kodai Murata, seorang perwira aktif Pasukan Bela Diri Jepang, memasuki kedutaan besar China di Jepang secara ilegal dengan pisau. Meskipun kami telah melakukan protes keras, Jepang berulang kali memperpanjang penyelidikan dan penanganan kasus dengan dalih 'evaluasi psikiatrik' atau alasan lain, dan menunda keadilan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (28/7).

Seorang pria menerobos masuk ke kompleks Kedutaan Besar China di Distrik Minato, Tokyo pada 24 Maret 2026. Ia ditangkap di tempat kejadian oleh staf kedutaan.

"China sangat menyesalkan hal ini. Selama beberapa waktu, sejumlah insiden tercela yang mengancam keamanan misi diplomatik China di Jepang terus terjadi. Banyak pihak menyoroti masalah-masalah mendasar di Jepang yang terungkap melalui serangkaian tren berbahaya," ungkap Lin Jian.

Lin Jian pun menyebut makin kuatnya pengaruh kelompok sayap kanan Jepang dan tidak didengarnya suara-suara rasional, kurangnya pendidikan tentang sejarah yang sebenarnya, dorongan penerapan kebijakan pertahanan yang lebih ofensif dan ekspansionis, serta kegagalan dalam mengawasi SDF dan menjaga disiplin di dalam pasukan sebagai masalah yang dihadapi Jepang saat ini.

Setiap upaya Jepang untuk mengecilkan kasus tersebut, kata Lin Jian, hanya akan memberi lampu hijau bagi hal yang sama dan menyebabkan kerugian besar bagi Jepang sendiri dan kawasan secara keseluruhan.

Hubungan China-Jepang sudah tegang sejak 7 November 2025 saat Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan penggunaan kekuatan militer China terhadap Taiwan, dapat "menimbulkan situasi yang mengancam kelangsungan hidup bagi Jepang" masih menimbulkan ketegangan dalam hubungan China-Jepang.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Beijing tak puas hasil investigasi pria yang masuki kedutaan di Tokyo

Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026