BKOW Sumsel ajak pelajar jadi agen perubahan cegah perundungan di sekolah
Selasa, 28 Juli 2026 20:26 WIB
Ketua Umum BKOW Provinsi Sumsel Lidyawati Cik Ujang saat Sosialisasi Pencegahan Perundungan dan Kekerasan di Lingkungan Sekolah di Aula SMK Negeri 2 Palembang, Selasa (28/7/2027). ANTARA/HO-Pemprov Sumsel
Palembang (ANTARA) - Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumatera Selatan mengajak para pelajar menjadi agen perubahan dalam mencegah perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.
Ketua Umum BKOW Provinsi Sumsel Lidyawati Cik Ujang saat Sosialisasi Pencegahan Perundungan dan Kekerasan di Lingkungan Sekolah di Aula SMK Negeri 2 Palembang, Selasa, mengatakan sekolah seharusnya menjadi rumah kedua bagi anak untuk belajar, berkembang, sekaligus membentuk karakter sehingga segala bentuk perundungan maupun kekerasan tidak boleh mendapat tempat.
"Perundungan akan merusak mental dan masa depan generasi muda. Kekerasan dalam bentuk verbal, fisik maupun psikologis tidak boleh ditoleransi di sekolah. Anak-anak harus menjadi agen perubahan yang mampu merangkul dan mengayomi teman-temannya," katanya.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja BKOW Sumsel di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), seni, dan budaya sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Sosialisasi itu bertujuan meningkatkan pemahaman guru maupun siswa mengenai pentingnya mencegah perundungan sejak dini. Para pelajar diharapkan tidak hanya menjadi korban atau saksi, tetapi juga berani mengambil peran dalam membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan itu, BKOW Sumsel berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, organisasi masyarakat, dan keluarga semakin kuat dalam mencegah perundungan sehingga sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap anak.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Palembang Suparman mengapresiasi BKOW Sumsel yang memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi.
Sebab, edukasi mengenai pencegahan perundungan sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.
SMK Negeri 2 Palembang merupakan sekolah kejuruan tertua di Kota Palembang yang berdiri sejak 1959 dengan nama STM 1. Saat ini sekolah tersebut memiliki 2.695 siswa yang terbagi dalam 72 rombongan belajar, sembilan program keahlian, serta didukung sekitar 250 guru dan tenaga kependidikan.
"Kalau terlalu lunak tidak akan lurus, kalau terlalu keras bisa patah. Karena itu kami menerapkan pendekatan yang proporsional. Kami juga berharap ada payung hukum yang jelas bagi guru dalam menjalankan pembinaan kepada siswa," katanya.
Selain pembinaan disiplin, sekolah juga menerapkan berbagai program pembiasaan, seperti penyambutan siswa di gerbang setiap pagi, kegiatan pembinaan jasmani dan rohani, serta penutupan gerbang sekolah pada pukul 07.00 WIB.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026