BGN cabut status suspend 7 dapur SPPG di Papua Barat - ANTARA News Papua Tengah

August 2026 · 2 minute read

Manokwari (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) mencabut status penghentian sementara atau suspend terhadap tujuh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Papua Barat setelah dinyatakan memenuhi ketentuan dan standar operasional prosedur.

Kepala Regional BGN Papua Barat Erikka Vionita Werinussa di Manokwari, Sabtu, mengatakan tujuh SPPG telah diizinkan kembali beroperasi setelah melengkapi semua persyaratan dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Jumat (14/8) malam, tujuh SPPG yang disuspend sejak beberapa bulan lalu, sudah diizinkan kembali beroperasi. Jadi, total SPPG yang beroperasi di Papua Barat ada 47 dapur,” kata Erikka.

Dia menjelaskan bahwa tujuh dapur SPPG yang diizinkan BGN kembali beroperasi tersebar di Kabupaten Manokwari empat dapur, Kabupaten Teluk Bintuni dua dapur, dan Kabupaten Fakfak satu dapur.

Hal ini berkaitan dengan pemenuhan sarana instalasi pengolahan air limbah (Ipal) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) guna memastikan Program MBG berjalan sesuai standar kebersihan maupun keamanan pangan.

“Semua dapur sudah dilengkapi IPAL sesuai standar yang ditentukan, dan sudah mengantongi SLHS. Kalau sertifikat halal sedang berproses. Jumlah relawan dari 48 SPPG di Papua Barat sebanyak 2.054 orang,” ucap Erikka.

Berdasarkan data terbaru, kata dia, jumlah penerima manfaat Program MBG di seluruh wilayah Papua Barat tercatat sebanyak 123.015 jiwa yang terdiri atas peserta didik, dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah lima tahun).

BGN akan terus meningkatkan pengawasan dan pemantauan mulai dari proses pengolahan bahan pangan mentah menjadi menu makan bergizi, hingga ketepatan waktu pendistribusian agar tidak menimbulkan efek negatif saat dikonsumsi.

“Kami tingkatkan pengawasan dan Kepala SPPG harus berada di dapur saat kami turun. Kalau tidak, akan dikenakan sanksi,” tegas Erikka.

Selain itu, pihaknya masih menunggu informasi dari BGN Pusat terkait jadwal operasional untuk 16 dapur SPPG yang melayani Program MBG di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) setelah mengantongi nomor virtual akun.

SPPG 3T dimaksud tersebar di Kabupaten Fakfak lima dapur, Manokwari Selatan empat dapur, kemudian Manokwari, Kaimana, dan Teluk Wondama masing-masing dua dapur, sedangkan Pegunungan Arfak terdapat satu dapur.

“Untuk dapur SPPG 3T, kami masih menunggu informasi dari BGN Pusat soal kapan mulai beroperasi,” jelas Erikka.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BGN cabut status suspend tujuh dapur SPPG di Papua Barat

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.