Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyiapkan bantuan 1.000 beasiswa bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berasal dari keluarga terdampak bencana gempa bumi, sebagai upaya memastikan keberlanjutan pendidikan mahasiswa terdampak.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari layanan jangka menengah Baznas untuk membantu mahasiswa yang mengalami kendala biaya pendidikan dan kebutuhan hidup akibat kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana gempa.
Baca juga: Minim doktor, Kemdiktisaintek buka jalur afirmasi bagi dosen di NTT
"Untuk upaya jangka menengah, kami menyiapkan program yang insya Allah tepat sasaran, yaitu memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa dan mahasiswi asal NTT yang berasal dari keluarga terdampak gempa," kata Idy.
Idy menjelaskan bantuan yang diberikan sebesar Rp1 juta per bulan selama tiga bulan untuk tahap pertama bagi sekitar 1.000 orang mahasiswa.
Ia menyebut mahasiswa yang menjadi sasaran program merupakan mereka yang berasal dari daerah terdampak gempa di NTT, tetapi sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
"Mereka adalah mahasiswa yang berkuliah di luar daerah terdampak gempa. Kami menerima informasi bahwa mahasiswa asal daerah terdampak di NTT yang sedang kuliah di luar daerah tersebut bisa saja mengalami kendala karena kiriman biaya hidup dari keluarga mereka macet," ujarnya.
Untuk merealisasikan program tersebut, kata Idy, Baznas akan menghimpun dana melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra Baznas. Penggalangan dana juga akan dilakukan untuk mendukung keberlanjutan bantuan bagi mahasiswa terdampak.
Baca juga: NTT punya 1.374 penerima beasiswa LPDP, siap jadi mitra bangun daerah
Baca juga: IKIP Budi Utomo Malang siapkan beasiswa bagi korban bencana di NTT
"Baznas juga telah berkoordinasi dengan pimpinan Baznas di sejumlah daerah yang menjadi pusat pendidikan mahasiswa asal NTT," ucap dia melanjutkan.
Idy menegaskan penyaluran bantuan tetap mengacu pada prinsip tiga aman yang diterapkan Baznas, yakni aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi landasan dalam menentukan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.