Batang optimalkan aplikasi Simata untuk pantau integritas ASN-PPPK
Rabu, 9 September 2026 21:40 WIB
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Batang Dwi Riyanto. (ANTARA/Kutnadi)
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berupaya mengoptimalkan fungsi aplikasi Sistem Informasi Manajemen Talenta untuk memantau integritas dan tingkat kedisiplinan aparatur sipil negara maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam memdukung program pemerintahan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Batang Dwi Riyanto di Batang, Rabu, mengatakan pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Talenta terhubung langsung dengan pusat.
"Melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) maka, peta kompetensi hingga tingkat kedisiplinan para pegawai akan terpantau jauh lebih rinci dan transparan," katanya.
Menurut dia, langkah ini menjadi pijakan penting pemerintah daerah dalam memetakan potensi sumber daya manusia secara menyeluruh.
"Di situ sudah ada satu aplikasi milik BKN. Terintegrasinya Simata dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) membuat pemutakhiran data kepegawaian kini sepenuhnya bergantung pada kedisiplinan ASN dalam memperbarui dokumen pribadi mereka baik melalui MyASN maupun Simpek," katanya.
Ia mengatakan MyASN dan Simpek ini sudah terintegrasi dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara sehingga otomatis ketika data itu sudah terbaca akan masuk ke aplikasinya Simata.
Melalui mekanisme ini, kata dia, rekam jejak setiap aparatur sipil negara termasuk PPPK akan langsung terpetakan mulai dari kualifikasi pendidikan, riwayat pekerjaan, hingga catatan perilaku kerja.
Selain mengacu data administratif, ia mengatakan pihaknya turut melengkapi evaluasi ini dengan metode penilaian 360 derajat yang skemanya dirancang untuk menilai kinerjanya secara obyektif dari berbagai sudut pandang.
"Penilaian 360 derajat baik atasan maupun rekan kerja atau dari bawahan juga sudah kita siapkan melalui aplikasi. Akan tetapi, implementasi sistem anyar ini masih terus digodok agar siap digunakan secara optimal di lingkungan pemerintah daerah," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.