Basarnas mengevakuasi lansia dan ibu hamil yang sakit dan trauma gempa di NTT
Kamis, 20 Agustus 2026 15:42 WIB
Warga beristirahat di tenda posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT, Senin (17/8/2026). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc/aa.
Jakarta (ANTARA) - Basarnas mengintensifkan evakuasi medis terhadap kelompok rentan lanjut usia (lansia) dan ibu hamil di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sakit serta trauma atas banyaknya guncangan gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 beberapa hari lalu.
Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan dari hasil penyisiran tim SAR hingga siang ini, sebanyak dua warga penyintas bencana telah dievakuasi karena membutuhkan tindakan medis khusus.
Tim SAR mengevakuasi seorang lansia yang sakit di Ronting, Kabupaten Manggarai Timur. Sebelumnya, korban menempati pengungsian di posko mandiri sebelum dipindahkan petugas ke posko terpusat agar kesehatannya dapat terus dipantau tenaga medis.
Sementara itu, satu warga lainnya merupakan ibu hamil yang dievakuasi akibat mengalami trauma dan guncangan psikologis menyusul rentetan gempa susulan yang masih berlangsung, bahkan dengan getaran mencapai magnitudo 6,0.
Ibu hamil penyintas bencana tersebut dievakuasi tim SAR menuju Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan di Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, guna memperoleh penanganan medis khusus.
Yudhi menambahkan bahwa seluruh unsur SAR di lapangan dalam mode siaga penuh untuk memperkuat koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemda, dan Kemenkes agar setiap warga yang membutuhkan pertolongan darurat dapat ditangani dengan cepat di tengah kondisi banyak gempa susulan.
Selain Manggarai Timur, kegiatan tanggap darurat tersebut juga dilaksanakan tim SAR di sejumlah kabupaten terdampak lainnya yakni Kabupaten Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo.
"Kami fokuskan pada penyisiran di wilayah terdampak, pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat bersama BPBD serta pemerintah daerah, sekaligus memastikan kesiapan evakuasi medis bagi warga yang membutuhkan," kata dia.
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.