Asian Games: Lampu Hijau dari CdM! Tim Panahan Indonesia Siap Diterbangkan Lebih Awal ke Jepang

July 2026 · 2 minute read

Respons cepat ini disampaikan Todotua Pasaribu usai menggelar kunjungan kerja (visitasi) langsung ke lokasi Pelatnas Panahan di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Todotua Pasarinu menegaskan, tim CdM akan duduk bersama Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) untuk mematangkan seluruh kebutuhan nonteknis, termasuk mengabulkan request percepatan jadwal penerbangan ke Negeri Sakura.

"Nanti setelah ini kita berbincang secara serius, kira-kira apa lagi kebutuhan nonteknis yang berkaitan dengan keberangkatan. Misalnya ada request lebih awal daripada jadwal yang ditentukan, itu nanti akan kita persiapkan," kata Todotua Pasaribu.

Kunjungan ke Pelatnas Panahan ini merupakan bagian dari safari maraton CdM ke berbagai cabor jelang bergulirnya Asian Games 2026.

https://www.akurat.co/arena/875340/asian-games-aichi-nagoya-minta-berangkat-lebih-awal-tim-panahan-indonesia-ingin-adaptasi-venue

Todotua menjamin, tim CdM akan pasang badan mengurus segala keluhan logistik, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga fasilitas pemulihan di Jepang agar atlet dan pelatih bisa fokus penuh membidik medali.

"Teman-teman atlet dan ofisial tidak perlu khawatir. Silakan fokus persiapan maksimal di sini, nanti segala urusan organizing di sana menjadi tanggung jawab penuh kami sebagai CdM," tegas Todotua.

Dengan menyisakan waktu sekitar 60 hari jelang opening ceremony, Todotua optimistis seluruh skenario penyesuaian keberangkatan masih sangat memungkinkan untuk dieksekusi secara mulus.

"Masih ada waktu kurang lebih sekitar 60 hari ke depan. Persiapan yang berkaitan dengan akomodasi, transportasi, dan kebutuhan nonteknis lainnya bisa kita support secara maksimal," katanya.

"Tugas kami adalah memastikan atlet berangkat, bertanding nyaman di sana, hingga kembali ke tanah air."

Sinyal "lampu hijau" dari CdM ini menjadi jawaban atas kekhawatiran Sekjen PB Perpani, Irawadi Hanafi.

Sebelumnya, Perpani secara khusus meminta agar sepuluh atlet dan empat pelatih panahan Indonesia bisa terbang ke Jepang lebih cepat pada 22 September.

Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat panitia penyelenggara sudah mulai membuka akses lapangan latihan resmi pada 22–23 September, sementara jadwal tanding resmi panahan baru akan digulirkan pada 25 September.

Waktu penyesuaian tersebut akan dimanfaatkan para pemanah Indonesia untuk membaca arah angin dan menguasai karakter venue sebelum persaingan sengit dimulai.