Della Oktivia Armitha | Beautynesia
Selasa, 21 Jul 2026 17:30 WIB
Ilustrasi perempuan mengaplikasikan produk deodorant antiperspirant/Foto: magnific.com/gpointstudio
Siapa nih yang suka gerah dan punya keringat berlebih? Di iklim Indonesia yang semakin panas ini, kayaknya punya keringat berlebih akan sangat mengganggu, ya. Apalagi bagian ketiak jadi lebih basah dan lengket.
Kabar buruknya lagi, keringat berlebih dan ketiak basah bisa jadi salah satu penyebab bau badan. Jika sudah begini, bukan lagi mengganggu aktivitas, tetapi kamu juga bisa mengganggu kenyamanan orang di sekitarmu, lho.
Ternyata, kamu tidak hanya memerlukan deodorant untuk merawat ketiak. Bagi para pemilik keringat berlebih, produk perawatan antiperspirant juga sangat diperlukan. Lho, bukannya deodorant dan antiperspirant produk yang sama, ya?
Nah, bagi kamu yang masih bingung, tenang saja, Beautynesia sudah rangkum informasinya. Berikut 3 perbedaan utama dari deodorant dan antiperspirant. Yuk, simak bersama!
1. Manfaat Utama

Manfaat Utama/Foto: magnific.com/user18526052
Dilansir dari webmd.com, baik deodorant maupun antiperspirant selalu digunakan di bagian ketiak. Namun, dua produk ini memiliki manfaat utama yang berbeda. Deodorant lebih utama untuk mengurangi bau badan.
Biasanya, deodorant bekerja dengan dua cara. Pertama, berfungsi sebagai antimikroba yang dapat mengurangi berbagai bakteri penyebab bau badan. Kedua, bekerja dengan tambahan pewangi untuk menutupi bau.
Di sisi lain, antiperspirant lebih digolongkan sebagai obat, sesuai dengan klasifikasi dari Food and Drug Administration (FDA). Produk ini bekerja dengan menargetkan kelenjar keringat, sehingga membantu mengontrol produksi keringat.
2. Kapan Digunakan?

Kapan Digunakan?/Foto: magnific.com/jcomp
Deodorant dan antiperspirant aman digunakan sehari-hari. Meski keduanya memiliki manfaat utama berbeda, tetapi keduanya memiliki kesamaan bentuk.
Baik deodorant maupun antiperspirant, selalu dapat ditemui dalam bentuk spray, bubuk, gel, lotion, maupun roll-on, seperti yang dikutip dari health.clevelandclinic.org.
Namun, bagi kamu pemilik dermatitis atau alergi kulit lainnya, sepertinya harus lebih perhatian terhadap bahan-bahan produknya. Pastikan kamu membaca tabel bahan sebelum membeli produknya.
Apalagi antiperspirant mengandung aluminium, yang kerap dikaitkan dengan penyebab iritasi pada kulit. Namun, berdasarkan riset FDA, antiperspirant dan deodorant tidak berhubungan dengan peningkatan resiko kanker, sehingga aman digunakan.
Bagi kamu yang memiliki keringat berlebih, disarankan pula untuk menggunakan antiperspirant setiap malam sebelum tidur. Sedangkan, deodorant aman digunakan setiap pagi atau sore, setelah mandi dan sesuai kebutuhan.
3. Siapa yang Paling Baik menggunakannya?

Siapa yang Paling Baik menggunakannya?/Foto: magnific.com/freepik
Sesuai fungsi dan manfaat utamanya, kamu bisa memilih untuk menggunakan deodorant ataupun antiperspirant berdasarkan kebutuhan. Jika kamu hanya ingin mengurangi bau badan, kamu bisa pilih deodorant.
Tetapi, bagi kamu yang memiliki keringat berlebih atau kerap beraktivitas di luar ruangan, lebih baik pilih antiperspirant untuk mengurangi produksi keringat. Menariknya, ada juga produk deodorant yang memiliki fungsi sebagai antiperspirant. Produk seperti ini, biasanya lebih ramah bagi pemilik kulit sensitif.
Itu dia 3 perbedaan utama dari dua produk perawatan ketiak ini. Karena itu, kamu jangan sampai bingung dan salah sasaran lagi, ya, Beauties. Jadi, kamu tim deodorant, antiperspirant atau keduanya, nih?
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
- 5 Krim Malam dari Brand Lokal yang Bikin Awet Muda di Usia 40-an
- Nggak Sampai 15 Menit, Ini 5 Rutinitas Skincare Pagi Hari untuk Kulit Glowing Maksimal
- Hati-Hati, 7 Daftar Makanan yang Bikin Jerawat Makin Parah
(sim/sim)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.