Apa Itu Varises? Dokter ingatkan tanda awal penyakit Insufisiensi Vena kronis - ANTARA News Jawa Barat

September 2026 · 2 minute read

Tangerang (ANTARA) - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals dr. Emanoel Oepangat mengatakan varises menjadi tanda awal atau gejala fisik seseorang mengalami insufisiensi vena kronis.

Dalam keterangan di Tangerang, Rabu, ia mengatakan, insufisiensi vena kronis merupakan gangguan pembuluh darah yang dapat ditemukan pada sekitar 5 hingga 30 persen populasi dewasa dan kejadiannya meningkat seiring bertambahnya usia.

Kondisi ini terjadi ketika pembuluh balik pada tungkai tidak dapat mengalirkan darah kembali ke arah jantung secara optimal, umumnya akibat gangguan katup vena yang tidak menutup dengan baik sehingga darah tertahan dan tekanan di dalam vena meningkat.

Pada kondisi yang berlanjut, insufisiensi vena kronis (CVI) dapat menimbulkan ketidaknyamanan hingga komplikasi pada tungkai. Salah satu pilihan penanganan pada pasien dengan kondisi yang sesuai adalah Endovenous Laser Ablation (EVLA), prosedur minimal invasif yang efektif.

"Umumnya insufisiensi vena kronis dialami oleh mereka dengan risiko seperti pertambahan usia, riwayat keluarga, kehamilan, berat badan berlebih, serta kebiasaan duduk atau berdiri terlalu lama. Varises dapat menyertai gangguan ini, tetapi tidak setiap varises berarti CVI," kata dr. Emanoel Oepangat.

Sebaliknya, bengkak pada tungkai juga tidak selalu berasal dari gangguan vena. Penyebab lain seperti penyakit jantung, ginjal, hati, gangguan limfatik, maupun trombosis vena perlu dipertimbangkan sesuai gambaran klinis. Karena itu, pemeriksaan tidak cukup hanya melihat vena yang tampak menonjol.

Sementara itu, keluhan yang sering dijumpai antara lain tungkai terasa berat atau nyeri, bengkak terutama setelah berdiri lama, gatal, dan vena yang tampak menonjol.

"Bila penyakit berlanjut, dapat timbul perubahan warna maupun tekstur kulit sampai luka vena di sekitar pergelangan kaki. Insufisiensi vena kronis ini kerap berkaitan erat atau memicu terjadinya varises," ujarnya.

Ia juga menambahkan, tidak semua orang yang memiliki varises pasti mengalami CVI. Namun, jika varises dibiarkan dan kerusakan katup vena semakin parah, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi CVI, yang ditandai dengan kaki bengkak parah, nyeri kronis, perubahan warna kulit, hingga luka atau ulkus.

"Kabar baiknya, CVI dan varises dapat diatasi dengan EVLA," ujarnya.

Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.