AKURAT.CO Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu aset paling berharga yang menentukan keberhasilan dan pertumbuhan sebuah organisasi bisnis.
Di balik pengelolaan tenaga kerja yang terstruktur dan produktif, terdapat divisi Human Resources Development (HRD) atau Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Divisi HRD bertindak sebagai jembatan strategis yang menghubungkan kepentingan manajemen perusahaan dengan kesejahteraan para karyawan.
Memahami fungsi HRD dalam perusahaan secara tuntas memberikan gambaran mendalam bagaimana potensi, kinerja, dan tata kelola tenaga kerja dibina secara berkelanjutan.
Baca Juga: 12 Contoh Jawaban Interview yang Disukai HRD, Lengkap dengan Tips Agar Lolos Wawancara Kerja
Fungsi dan Tanggung Jawab Utama HRD
Fungsi HRD mencakup seluruh siklus hidup karyawan (employee lifecycle) di dalam perusahaan, mulai dari perencanaan hingga purna tugas:
Rekrutmen dan Penerimaan Karyawan (Talent Acquisition): Merancang proses seleksi, melakukan wawancara, hingga menyeleksi kandidat yang paling sesuai dengan kualifikasi jabatan dan budaya kerja perusahaan (culture fit).
Pengembangan dan Pelatihan (Training & Development): Mengidentifikasi kebutuhan keterampilan karyawan serta menyusun program pelatihan berkala guna meningkatkan kapasitas kerja dan profesionalisme staf.
Manajemen Kinerja (Performance Management): Merumuskan sistem penilaian kinerja (seperti KPI atau OKR) untuk mengukur pencapaian target kerja karyawan secara objektif dan berkeadilan.
Pengelolaan Kompensasi dan Benefit (C&B): Memastikan penghitungan gaji, tunjangan, asuransi kesehatan, bonus, hingga lembur berjalan akurat serta mematuhi regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
Hubungan Industrial dan Budaya Kerja (Employee Relations): Membangun lingkungan kerja yang kondusif, menangani keluhan atau konflik internal, serta memastikan kepatuhan perusahaan terhadap hukum ketenagakerjaan.
Baca Juga: Cara Menulis Email Lamaran Kerja agar Langsung Dilirik HRD, Wajib Tahu!
Perbedaan Antara HRD dan Personalia
Meskipun sering dianggap sama, kedua istilah ini memiliki ruang lingkup yang berbeda:
Personalia: Berfokus pada fungsi administratif ketenagakerjaan yang bersifat operasional harian, seperti pencatatan absensi, pengarsipan berkas karyawan, dan perhitungan cuti.
HRD: Berfokus pada fungsi strategis jangka panjang, yaitu memetakan potensi SDM, merancang jalur karir, dan meningkatkan kualifikasi karyawan agar mampu mendukung pencapaian target bisnis perusahaan.
Divisi HRD memegang peranan krusial sebagai penggerak utama pertumbuhan kualitas tenaga kerja di dalam perusahaan.
Melalui pengelolaan SDM yang tepat, perusahaan tidak hanya mampu merekrut talenta terbaik, tetapi juga mampu mempertahankan dan mengembangkan potensi mereka secara maksimal.
Nasywa Mutiara Pratista (Magang)
`