Anaknya Ingin Coba Jadi Pengantar Makanan, Ayah Ini Dampingi Sebulan!

August 2026 ยท 2 minute read

Jakarta -

Tak bersemangat sekolah, remaja 14 tahun ini bilang ke ayahnya ia bisa jadi pengantar makanan saja. Bukannya marah, ayah ini kemudian mendampingi anaknya yang ingin membuktikan pilihannya.

Dikutip dari World of Buzz (20/8), Xiao Hao mengaku tak bisa dapat nilai bagus di sekolah. Karena itu, ia bilang ke ayahnya dirinya bisa hidup jika memang harus jadi pengantar makanan.

Alih-alih marah, ayah Hao yang merupakan seorang pengusaha, justru bantu mewujudkan pengandaian sang anak. Ia bergabung dengan putranya sebagai pengantar makanan yang bekerja siang hari saat musim panas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eksperimen selama sebulan tersebut bertujuan melatih Xiao Hao untuk merasakan seperti apa cari uang sebenarnya. Selain itu, momen ini rupanya membuat hubungan ayah-anak tersebut semakin dekat.

Berbicara kepada The Cover (10/8), Xiao Hao bilang komentarnya soal tidak bagus di pencapaian akademik itu sebagian didorong oleh rasa frustrasi, namun ia memang sungguh-sungguh ingin mencoba pekerjaan mengantar makanan.

"Saya merasa prestasi akademik saya kurang baik dan saya tidak memiliki keahlian khusus. Mengantar makanan tampak seperti cara untuk mencari nafkah, jadi saya ingin mencobanya," katanya.

Mereka memulai usaha ini dengan modal hanya 100 yuan atau sekitar Rp263 ribu. Xiao Hao menanggung biaya bahan bakar dan makan, serta menggunakan pendapatan hariannya sebagai modal untuk operasional keesokan harinya.

Ayahnya sengaja tidak ikut campur dalam pengambilan keputusan. Setelah memberikan arahan pada hari pertama, sang ayah hanya mengendarai sepeda motor, sementara Xiao Hao yang mengurus pesanan, rute, restoran, dan pelanggan.

Yang mengejutkan, Xiao Hao pulang dari hari pertamanya dengan perasaan antusias dan semangat untuk kembali bekerja. Seiring berjalannya waktu, ia belajar merencanakan rute, menggabungkan pesanan, dan mengatasi berbagai masalah secara mandiri.

Di akhir pengalaman tersebut, ia menaruh rasa hormat yang mendalam terhadap para kurir pengantar. Menggunakan penghasilannya, ia membeli 30 gelas limun sebagai bentuk terima kasih kepada sesama kurir yang sedang bertugas di jalan.

Menyoal hubungan ayah-anak yang semakin membaik, ayah Xiao Hao mengakui hubungan mereka sempat berada di ujung tanduk karena pendekatannya kaku. Ia sering menceramahi anaknya saat belajar hingga membuat sang anak frustrasi.

Namun, menghabiskan waktu berjam-jam bersama di atas sepeda motor memberikan sesuatu yang selama ini hilang dari hubungan mereka: waktu untuk berbincang.

Mereka mengobrol tentang kehidupan sehari-hari, kesalahpahaman di masa lalu, serta pandangan mereka mengenai berbagai hal.

Pada hari keempat, saat sang ayah kelelahan dan merasa pegal di bagian bahu, Xiao Hao menyadarinya dan berkata pelan, "Ayah kurang istirahat beberapa hari ini. Aku jadi merasa tidak enak hati."

Perubahan itu pun terjadi pada kedua belah pihak. Keduanya juga mendokumentasikan perjalanan mereka di akun media sosial populer di China, Douyin.

(adr/adr)