Anak Sering Minum Manis, Risiko Darah Tinggi Bisa Naik

July 2026 · 3 minute read

Bagikan:

JAKARTA - Minuman manis yang sering dikonsumsi sejak kecil dikaitkan dengan risiko tekanan darah tinggi di kemudian hari. Temuan baru ini menjadi sinyal bagi orang tua agar lebih cermat memilih minuman anak, dari soda, teh manis, minuman olahraga, hingga jus buah.

The Independent dikutip Sabtu, 25 Juli, melaporkan, penelitian dari American Heart Association yang diterbitkan dalam jurnal Circulation menemukan konsumsi lebih dari dua porsi minuman manis setiap hari berkaitan dengan risiko 52 persen lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi pada masa depan.

Perbandingan itu dibuat dengan orang yang minum kurang dari tiga porsi minuman manis dalam sepekan.

Penulis senior studi, Vasanti Malik, profesor madya di University of Toronto sekaligus pakar gizi masyarakat, mengatakan kebiasaan makan dan minum pada masa awal kehidupan dapat membawa dampak kesehatan jangka panjang.

“Tekanan darah tinggi juga mulai muncul lebih awal dalam kehidupan, dengan angka yang meningkat pada orang dewasa muda, anak-anak, dan remaja,” kata Malik.

BACA JUGA:


Menurut Malik, kondisi itu menunjukkan pentingnya deteksi dini dan pencegahan.

Penelitian ini didasarkan pada Growing Up Today Study atau GUTS. Studi tersebut melibatkan 25.749 peserta yang mengisi kuesioner setiap satu hingga empat tahun. Sebagian peserta mengikuti studi hingga 25 tahun.

Para peserta melaporkan kebiasaan mereka mengonsumsi minuman bersoda, limun, teh manis, dan minuman olahraga. Mereka juga melaporkan konsumsi jus buah, buah utuh, serta makanan dan minuman lain.

Peneliti turut mencatat informasi mengenai ukuran tubuh, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok.

Selama masa pemantauan, peneliti menemukan orang yang sejak kecil mengonsumsi lebih banyak minuman manis dan jus buah memiliki risiko lebih besar mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang lebih jarang mengonsumsinya.

Risikonya tidak sama pada tiap jenis minuman.

Konsumsi minuman bersoda setiap hari dikaitkan dengan risiko tekanan darah tinggi 23 persen lebih tinggi. Satu porsi minuman olahraga setiap hari dikaitkan dengan risiko 36 persen lebih tinggi.

Sementara itu, konsumsi lebih dari 1,5 porsi jus buah per hari dikaitkan dengan risiko 35 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang minum kurang dari satu porsi per pekan.

Dalam studi ini, satu porsi setara satu gelas berukuran delapan ons atau sekitar 240 mililiter.

Peneliti menyebut risiko tekanan darah tinggi dapat lebih rendah 22 persen jika satu porsi minuman manis harian diganti dengan buah utuh.

Malik mengatakan minuman berpemanis gula seperti soda dan minuman olahraga perlu dibatasi. Ia menilai minuman olahraga kerap dipasarkan seolah-olah cukup sehat, padahal tetap perlu diwaspadai jika dikonsumsi berlebihan.

“Asupan jus buah mungkin tidak berbahaya pada tingkat rendah, tetapi bisa merugikan bila dikonsumsi dalam jumlah lebih tinggi,” kata Malik.

Menurut Malik, jus buah sebaiknya benar-benar 100 persen buah dan tetap dikonsumsi secukupnya. Buah utuh perlu lebih diutamakan dibandingkan minuman manis.

The Independent menyebut para peneliti tetap memberi catatan hati-hati. Studi ini bergantung pada kuesioner dan diagnosis tekanan darah tinggi yang dilaporkan sendiri oleh peserta.

Karena itu, hubungan antara minuman manis sejak kecil dan tekanan darah tinggi belum dapat dipastikan sebagai sebab-akibat langsung. Peneliti menyebut temuan ini masih perlu diselidiki lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang ikut memengaruhi hasil studi.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+