Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:10 WIB
Jakarta, VIVA โ Pemerintah masih membahas pembagian kementerian teknis yang nantinya berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Struktur koordinasi kementerian koordinator baru tersebut hingga kini belum ditetapkan secara final.
Baca Juga
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembagian kementerian teknis akan dibahas lebih lanjut melalui tim teknis yang berkaitan dengan struktur organisasi dan tata kerja atau SOTK.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Nanti ada tim teknis SOTK-nya," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Baca Juga
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari penataan struktur pemerintahan setelah dibentuknya Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
MenPANRB Masih Bahas Kementerian yang Akan Dikoordinasikan
Baca Juga
Airlangga mengatakan pemerintah belum menetapkan kementerian teknis mana saja yang akan masuk dalam koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Menurut dia, pembahasan mengenai pembagian tersebut masih dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
"Masih dalam pembahasan di MenPAN, Kementerian PAN," ujar Airlangga.
Dengan demikian, belum ada pembagian final mengenai kementerian teknis yang nantinya akan berada dalam lingkup koordinasi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Pembagian tersebut nantinya akan berkaitan dengan struktur organisasi dan tata kerja kementerian koordinator baru. Tim teknis akan menyusun struktur tersebut sebelum pemerintah menetapkan pembagian koordinasi secara resmi.
Bahlil Dilantik Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Pelantikan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan koordinasi pemerintahan di bidang hilirisasi dan transisi energi.
Bahlil mengatakan dirinya akan menjalankan tugas tersebut dengan baik, termasuk dalam menjalankan dua jabatan yang diembannya. Fokus utama yang disampaikan berkaitan dengan agenda hilirisasi dan transisi energi yang menjadi salah satu bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo.
Pembentukan kementerian koordinator baru ini juga membuat pemerintah perlu menata kembali hubungan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga teknis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kemenko Baru Akan Koordinasikan Kementerian dan Lembaga Terkait
Bahlil sebelumnya menjelaskan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi akan memiliki fungsi sebagai koordinator kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan agenda tersebut.
Halaman Selanjutnya
Koordinasi itu termasuk dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Tujuannya untuk mendukung pencapaian target pemerintah di bidang hilirisasi serta transisi energi.