Senin, 20 Juli 2026, 16:41 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Mantan gelandang Timnas Belanda Rafael van der Vaart melontarkan kritik keras kepada FIFA setelah Argentina gagal mempertahankan gelar Piala Dunia 2026. Ia menilai ada sejumlah keputusan kontroversial yang membuat La Albiceleste seperti mendapat perlakuan khusus sepanjang turnamen.
Van der Vaart bahkan menyebut FIFA terlihat memiliki tim favorit yang ingin mereka lihat menjadi juara. Menurutnya, beberapa keputusan selama Piala Dunia 2026 membuatnya mulai mempertanyakan netralitas badan sepak bola dunia tersebut.
"Sepertinya FIFA memiliki preferensi tentang siapa yang memenangkan Piala Dunia. Pada awalnya, saya tidak percaya apa yang saya lihat dengan Donald Trump dan situasi kartu merah," ujar Van der Vaart seperti dilansir media Belanda.
Pernyataan itu merujuk pada polemik kartu merah penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun. Hukuman larangan bermain satu pertandingan terhadap Balogun dibatalkan sehingga sang pemain tetap bisa tampil saat AS menghadapi Belgia di babak 16 besar.
Namun, Van der Vaart menilai kasus tersebut bukan satu-satunya keputusan yang membuatnya kecewa. Ia kemudian menyoroti beberapa momen yang menurutnya menguntungkan Argentina dalam perjalanan mempertahankan trofi.
"Perlahan saya mulai mendapatkan perasaan ini. Gol yang dianulir saat melawan Argentina ketika Mesir mencetak gol juga menjadi contoh," katanya.
Menurut Van der Vaart, keputusan-keputusan tersebut membuat Argentina seperti mendapat bantuan tambahan dalam perjuangan mereka menuju final Piala Dunia 2026.
Argentina memang sempat berada di ujung tanduk ketika menghadapi Mesir pada babak 16 besar. Lionel Messi dan kawan-kawan tertinggal 0-2 sebelum bangkit dan memenangkan pertandingan dengan skor 3-2.
Selain itu, Van der Vaart juga mempermasalahkan insiden Lionel Messi pada pertandingan pertama fase grup melawan Kanada. Ia menilai kapten Argentina tersebut seharusnya mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras.
"Bukan hanya soal keputusan itu. VAR tidak turun tangan ketika Messi seharusnya mendapat kartu merah di pertandingan pertama," ujar Van der Vaart.
"Kenapa? Tolong jelaskan kepada saya kenapa ini bisa terjadi. Lawannya hampir patah kaki, tetapi Messi bahkan tidak mendapatkan kartu kuning," lanjutnya.
Baca Juga: Lagi Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK
Van der Vaart menilai standar keputusan wasit menjadi tidak konsisten. Ia membandingkan dengan kasus lain ketika pemain mendapat kartu merah dan harus absen di pertandingan penting.
"Bayangkan seseorang mendapat kartu merah karena hal yang lebih ringan dan melewatkan final. Ini menjadi olahraga dan turnamen yang berbeda sekarang. Ini benar-benar sebuah aib besar," tegasnya.
Kritik Van der Vaart muncul setelah Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia. Tim asuhan Lionel Scaloni harus menyerahkan trofi kepada Spanyol setelah kalah 0-1 di final Piala Dunia 2026.
Meski demikian, tudingan keberpihakan FIFA tersebut merupakan pandangan pribadi Van der Vaart. Hingga saat ini tidak ada bukti resmi yang menunjukkan adanya campur tangan atau perlakuan khusus FIFA kepada Argentina sepanjang turnamen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama