Ahli: Aktivitas magma GAK masih berlangsung meski seismik turun - ANTARA News Jambi

September 2026 · 2 minute read

Bandarlampung (ANTARA) -  Ahli Kebencanaan Institut Teknologi Sumatera (Itera) Ikah Ning Prasetiowati Permanasari mengatakan aktivitas magma Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berlangsung meski aktivitas seismik menurun.

"Sebetulnya kalau bicara hal ini kita harus bicara data. Data dari PVMBG menyebutkan aktivitas seismiknya sebetulnya sudah menurun, dan data stasiun tiltmeter itu masih ada data yang tinggi terkait magma," ujar Ikah Ning Prasetiowati Permanasari di Bandarlampung, Jumat.

Baca juga: BPBD Lampung: Sebaran abu vulkanik GAK ke arah barat laut

Ia mengatakan dengan masih adanya aktivitas magma tersebut dapat mempengaruhi kondisi Gunung Anak Krakatau.

"Jadi, walaupun aktivitas seismiknya sudah menurun, masih ada aktivitas di bawah sana. Sehingga, kita masih harus menunggu, dan mudah-mudahan tidak ada lonjakan aktivitas lagi," katanya.

Dia menjelaskan dengan adanya aktivitas magma tersebut kemungkinan adanya erupsi seperti Jumat (4/9) dapat terjadi. Namun, saat ini interval erupsi telah menunjukkan intensitas yang berkurang.

"Kalau dilihat dari intervalnya sudah jauh, jauh sekali, tapi Gunung Anak Krakatau dengan adanya aktivitas erupsi seperti ini bagus untuk mengeluarkan energi. Sehingga, tidak terakumulasi di dalam, harapannya energi ini bisa keluar sedikit-sedikit," ucap dia.

Baca juga: Gubernur Lampung: Aktivitas GAK menurun tapi erupsi masih berlangsung

Baca juga: Kemendes koordinasi dengan kades bangun kewaspadaan terkait erupsi GAK

Ia mengatakan sedangkan untuk kualitas udara berdasarkan pengukuran terakhir sudah jauh membaik, dan saat ini hanya menyisakan debu.

"SO2 sudah turun dan parameter lain sudah turun dari baku mutunya hanya sisa debu. Oleh karena itu, penggunaan masker tetap harus dilakukan, karena kita tidak tahu debu ini bercampur dengan abu vulkanik atau tidak," ujarnya.

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.