Ada Bulan yang Seperti Bumi, Tapi Sungainya Tak Dialiri Air

July 2026 ยท 2 minute read

Jakarta -

Jika melihat permukaannya, Titan sekilas tampak seperti Bumi. Bulan terbesar Saturnus itu memiliki awan, hujan, sungai, danau, hingga lautan. Namun ada satu perbedaan mencolok, tak ada setetes pun air cair yang mengalir di sana. Sebagai gantinya, seluruh siklus cuaca Titan digerakkan oleh metana dan etana cair.

Mengutip laporan SpaceDaily, Rabu (29/7/2026) fenomena unik itu dipengaruhi suhu ekstrem Titan yang mencapai sekitar minus 179 derajat Celsius. Pada suhu sedingin itu, air membeku sangat keras sehingga menjadi material penyusun kerak, bebatuan, bahkan pegunungan.

"Pelajaran terbesarnya adalah 'cairan' bukanlah suatu zat tertentu, melainkan sebuah keadaan fisik. Jika suhu dan tekanannya berubah cukup jauh, maka zat yang mengalir pun ikut berubah," tulis laporan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski mekanismenya serupa, siklus metana di Titan tidak identik dengan siklus air di Bumi. Hujan di Titan berlangsung jauh lebih lambat dan jarang terjadi. Satu musim di Titan bahkan berlangsung lebih dari tujuh tahun Bumi.

Sebagian besar lautan metana berada di wilayah kutub utara, sedangkan daerah khatulistiwanya didominasi bukit pasir organik dan saluran sungai yang kemungkinan hanya dialiri cairan saat badai besar datang.

Menariknya, Titan sebenarnya bukan dunia tanpa air. Para ilmuwan menduga di bawah lapisan es yang tebal terdapat samudra bawah permukaan yang terdiri atas air bercampur garam dan amonia.

Artinya, Titan memiliki dua jenis lingkungan cair yang sangat berbeda. Di permukaan, metana dan etana membentuk cuaca dan sungai. Sementara jauh di bawah kerak es, kemungkinan terdapat lautan air yang tersembunyi dari sinar Matahari.

Hingga kini belum ada bukti kehidupan di Titan. Namun para ilmuwan menganggap satelit alami Saturnus itu sebagai laboratorium alami untuk memahami bagaimana iklim dan kimia dapat bekerja pada dunia yang sangat berbeda dengan Bumi.

(rns/fay)

TAGS

LIHAT LAINNYA