AC Milan vs Manchester United, Ujian Besar di Akhir Pramusim, Amorim Hadapi Mantan Klub

August 2026 · 4 minute read

AC Milan vs Manchester United

Pertemuan dengan Manchester United akan terasa berbeda bagi Ruben Amorim. Pelatih AC Milan itu bakal berhadapan dengan klub yang pernah ditanganinya hingga Januari, kali ini dari bangku cadangan Rossoneri.

AC Milan dan Manchester United bertemu di Wroclaw dalam laga persahabatan. Pertandingan ini menjadi salah satu ujian besar terakhir bagi kedua tim sebelum memasuki musim baru.

Keduanya datang dengan situasi yang cukup berbeda. Manchester United terlihat lebih stabil sejak Michael Carrick mengambil alih, sedangkan Milan masih mencari bentuk terbaik di bawah Amorim.

Bagi Milan, laga ini bukan cuma soal hasil akhir. Sistem tiga bek yang sedang dibangun Amorim akan mendapat ujian dari lawan dengan struktur permainan yang mulai terbentuk.

Jadwal Pertandingan

Prediksi Susunan Pemain AC Milan

AC Milan diperkirakan menggunakan formasi 3-4-2-1: Torriani; Pavlovic, Gabbia, F. Terracciano; Chukwueze, Modric, Jashari, D. Bartesaghi; Loftus-Cheek, Musah; Gonçalo Ramos.

Milan sudah menjalani tiga pertandingan pemanasan selama pramusim. Salah satunya berakhir dengan kemenangan telak 7-0 atas Milan Futuro.

BACA JUGA:

Namun, laga dengan lawan yang lebih berat memberikan gambaran berbeda. Hasil imbang melawan Inter Milan menghadirkan beberapa tanda positif, tetapi ada pula pertandingan yang memperlihatkan sistem baru Milan masih membutuhkan waktu.

Amorim sedang berusaha menerapkan pola tiga bek yang menjadi ciri khasnya. Sistem tersebut menuntut pressing intens, kecepatan ketika merebut kembali bola, serta koordinasi yang baik saat kehilangan penguasaan.

Masalahnya, Milan tidak bisa turun dengan kekuatan penuh.

Rafael Leão dan Christian Pulisic absen karena cedera. Hilangnya dua pemain tersebut membuat opsi serangan Milan berkurang.

Kondisi itu membuka peluang bagi Ruben Loftus-Cheek dan Yunus Musah untuk bermain di belakang Gonçalo Ramos. Striker asal Portugal tersebut menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan karena Milan ingin memberinya lebih banyak menit bermain agar proses adaptasinya berjalan lebih cepat.

Nama lain yang menarik adalah Luka Modrić.

Gelandang asal Kroasia itu sudah kembali berlatih penuh dan diperkirakan bisa membantu memberikan ketenangan di lini tengah. Ia akan berduet dengan pemain muda Ardon Jashari, yang masih berusaha menemukan bentuk terbaik bersama tim barunya.

Milan juga menghadapi ketidakpastian mengenai Santiago Giménez yang disebut bisa meninggalkan klub dengan status pinjaman. Situasi tersebut membuat kesempatan Ramos mendapatkan menit bermain semakin penting.

Manchester United Lebih Siap?

Manchester United memiliki modal pramusim yang cukup meyakinkan.

Setelah kedatangan Michael Carrick, United finis di posisi ketiga Premier League dan mengamankan tiket kembali ke Liga Champions. Momentum tersebut berlanjut pada musim panas.

Dalam lima pertandingan persahabatan, Manchester United meraih dua kemenangan, dua hasil imbang dan satu kekalahan. Mereka mencetak sembilan gol dan hanya kebobolan empat kali.

Carrick juga mulai memberikan ruang kepada pemain baru seperti Andrey Santos dan Youri Tielemans. Meski begitu, keseimbangan di lini tengah masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan.

Bruno Fernandes tetap menjadi pusat permainan United. Kreativitas kapten asal Portugal tersebut akan kembali menjadi salah satu senjata utama dalam membongkar pertahanan Milan.

Untuk posisi ujung tombak, Bryan Mbeumo diperkirakan menjadi pilihan utama. Ia akan mendapat dukungan dari para pemain yang bisa melakukan pergerakan dari lini yang lebih dalam.

Prediksi formasi Manchester United adalah 4-2-3-1: Lammens; Mazraoui, Maguire, Martínez, Shaw; Andrey Santos, Mainoo; Dorgu, Bruno Fernandes, Amad Diallo; Mbeumo.

Man United Juga Tidak Turun dengan Kekuatan Penuh

Carrick masih kehilangan beberapa pemain.

Mason Mount dipastikan absen karena cedera kaki, sedangkan Manuel Ugarte juga tidak tersedia.

Kabar positif datang dari Matthijs de Ligt. Bek tersebut sudah kembali berlatih bersama tim setelah delapan bulan menepi akibat menjalani operasi punggung. Namun, ia masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kebugaran pertandingan.

Carrick sebelumnya juga mengatur beban latihan Marcus Rashford, Lisandro Martínez dan Kobbie Mainoo dengan laga melawan Milan dalam perhitungan.

Mainoo sendiri bisa memegang peran penting. Kehadirannya bersama Andrey Santos berpotensi memberi kontrol lebih besar di lini tengah sehingga Bruno Fernandes dapat bermain lebih dekat dengan kotak penalti.

Dua Proyek Berbeda, Satu Ujian Penting

Di atas kertas, Manchester United datang dengan kondisi yang lebih mapan.

Hasil pramusim mereka cukup konsisten dan struktur permainan terlihat lebih jelas. Milan masih berada dalam tahap penyesuaian terhadap gagasan Amorim, ditambah absennya Leão dan Pulisic yang membuat pilihan di lini depan semakin terbatas.

Tetapi justru di sinilah nilai penting pertandingan tersebut bagi Milan.

Amorim membutuhkan penampilan yang bisa menunjukkan bahwa sistem barunya mulai berjalan. United pun punya kepentingan serupa. Mereka ingin melihat apakah perkembangan positif yang muncul di bawah Carrick bisa terus berlanjut.

Ada satu cerita tambahan yang membuat laga ini lebih personal.

Tujuh bulan setelah meninggalkan Manchester United, Amorim akan kembali bertemu mantan klubnya. Bedanya, kali ini ia berdiri di area teknis AC Milan.