Kamis, 17 September 2026 - 19:06 WIB
Jakarta, VIVA – Industri petrokimia memegang peran penting sebagai penyedia bahan baku bagi sektor manufaktur. Meski tidak selalu terlihat oleh konsumen, keberadaannya menjadi bagian dari proses produksi yang menopang kegiatan ekonomi dan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga
Selama 34 tahun, PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) telah menjadi bagian dari perjalanan industri Indonesia. Berawal dari pengoperasian naphtha cracker pertama di Indonesia, Perseroan membangun kapasitas petrokimia nasional sekaligus menyediakan bahan baku bagi berbagai sektor industri dalam negeri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Seiring perubahan kebutuhan ekonomi dan industri, perjalanan Chandra Asri Group pun terus berkembang. Dari perusahaan yang berfokus pada penyediaan bahan baku petrokimia, Group kini memperluas kapabilitas melalui tiga pilar bisnis, yaitu Energi & Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, serta Solusi Mobilitas.
Baca Juga
Transformasi tersebut tidak hanya memperluas portofolio bisnis, tetapi juga membuka ruang bagi Chandra Asri Group untuk membangun kapasitas energi, infrastruktur, lapangan kerja, serta pengembangan talenta Indonesia.
“Selama 34 tahun, kami telah tumbuh bersama Indonesia. Kami memulai perjalanan dengan membangun kapasitas petrokimia nasional dan melayani industri melalui produk-produk yang kami hasilkan. Seiring waktu, kebutuhan Indonesia juga berkembang, dan kami pun terus membangun kapabilitas baru melalui diversifikasi bisnis,” ujar Presiden Direktur Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, dikutip dari keterangannya, Kamis, 17 September 2026.
Baca Juga
Dia menegaskan, Selama lebih dari tiga dekade, produk Chandra Asri Group telah menjadi bagian dari rantai pasok berbagai sektor industri, mulai dari kemasan, otomotif, konstruksi, dan elektronik hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Penyediaan bahan baku dari dalam negeri menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan industri hulu dan hilir. Dengan kapasitas yang terus dikembangkan, Chandra Asri Group berupaya mendukung kebutuhan industri nasional sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan manufaktur Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Fasilitas yang dikelola melalui PT Chandra Asri Alkali (CAA) ini telah mencapai progres pembangunan sebesar 72 persen hingga Juli 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.
Proyek dengan nilai investasi lebih dari US$800 juta tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Group untuk memperkuat pasokan bahan kimia dasar bagi industri nasional. Selain mendukung pengurangan ketergantungan terhadap impor, fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia di sektor industri dan manufaktur.
Halaman Selanjutnya
Investasi tersebut mencerminkan upaya Chandra Asri Group untuk terus membangun kapasitas industri dari dalam negeri, sejalan dengan kebutuhan bahan baku yang semakin berkembang.