Jakarta (ANTARA) - Menurunkan berat badan tidak cukup hanya mengandalkan satu jenis makanan atau minuman. Pemilihan minuman rendah kalori tanpa tambahan gula dapat menjadi bagian dari pola makan yang membantu mengontrol asupan energi.
Istilah "jus pembakar lemak" sebenarnya perlu dipahami secara hati-hati. Tidak ada jus tertentu yang secara langsung membakar lemak tubuh. Penurunan berat badan terjadi ketika asupan energi lebih rendah daripada energi yang digunakan tubuh.
Meski demikian, beberapa jus dari buah dan sayuran dapat menjadi pilihan minuman dalam pola makan sehat, terutama jika dibuat tanpa tambahan gula dan dikonsumsi dalam jumlah wajar.
1. Jus jeruk tanpa gula
Jus jeruk 100 persen tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan karena mengandung vitamin C dan sejumlah zat gizi lainnya.
Namun, untuk membantu mengontrol berat badan, sebaiknya tidak menambahkan gula, susu kental manis, sirup, atau pemanis berkalori. Kandungan gula alami dalam jus tetap perlu diperhitungkan sebagai bagian dari asupan harian.
Pedoman pola makan juga menyarankan agar setidaknya sebagian besar asupan buah berasal dari buah utuh dibandingkan jus karena buah utuh mengandung lebih banyak serat dan cenderung memberikan rasa kenyang lebih baik.
Baca juga: 7 manfaat bersepeda untuk kesehatan, jaga jantung dan berat badan
2. Jus tomat
Jus tomat tanpa tambahan gula dapat menjadi alternatif minuman rendah kalori sekaligus memberikan sejumlah vitamin dan mineral.
Tomat juga mengandung likopen, yaitu senyawa antioksidan yang secara alami terdapat pada buah berwarna merah tersebut.
Agar lebih sesuai untuk program penurunan berat badan, hindari menambahkan gula, garam berlebihan, atau bahan tinggi kalori lainnya. Jus tomat juga dapat dibuat bersama sayuran lain untuk meningkatkan variasi asupan.
3. Jus sayuran hijau
Jus yang dibuat dari sayuran seperti bayam, mentimun, dan seledri dapat menjadi pilihan untuk menambah konsumsi sayuran.
Agar kalorinya tetap terkendali, sebaiknya tidak ditambahkan gula, sirup, atau bahan manis dalam jumlah banyak. Buah dapat digunakan secukupnya untuk memberikan rasa alami.
Meski demikian, mengonsumsi sayuran dalam bentuk utuh tetap lebih dianjurkan untuk mendapatkan serat secara maksimal. Proses pembuatan jus dapat mengurangi kandungan serat dibandingkan ketika bahan dikonsumsi dalam bentuk utuh.
Baca juga: Studi: Kurang tidur pengaruhi berat badan naik
Benarkah jus bisa membakar lemak?
Tidak ada bukti bahwa satu jenis jus dapat secara khusus "membakar lemak" atau menyebabkan berat badan turun tanpa pengaturan pola makan secara keseluruhan.
Penelitian menunjukkan konsumsi minuman berpemanis berkaitan dengan peningkatan berat badan. Bahkan jus buah 100 persen pun tetap mengandung gula dan energi sehingga jumlah konsumsinya perlu diperhatikan.
Karena itu, istilah jus pembakar lemak lebih tepat dipahami sebagai minuman yang dapat dimasukkan ke dalam pola makan untuk membantu mengontrol asupan kalori, bukan minuman yang secara langsung menghancurkan lemak tubuh.
Cara mengonsumsi jus agar tidak mengganggu diet
Agar jus tetap sesuai dengan tujuan pengendalian berat badan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, hindari tambahan gula, sirup, madu dalam jumlah berlebihan, atau krimer. Kedua, perhatikan ukuran porsi karena jus tetap mengandung kalori dan gula alami.
Ketiga, jangan menjadikan jus sebagai satu-satunya sumber makanan. Pola makan tetap perlu mencakup protein, sayuran, buah utuh, biji-bijian atau sumber karbohidrat yang sesuai kebutuhan.
Keempat, lebih sering memilih buah utuh dibandingkan jus. Buah utuh memberikan serat yang lebih tinggi dan dapat membantu rasa kenyang.
Dengan demikian, jus dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi tidak ada jus ajaib yang dapat membakar lemak secara instan. Penurunan berat badan yang sehat tetap membutuhkan pengaturan pola makan, aktivitas fisik, tidur cukup, dan konsistensi dalam menjaga keseimbangan energi, demikian merangkum dari sejumlah sumber.
Baca juga: 7 Kebiasaan sehari-hari yang bisa membantu turunkan berat badan
Baca juga: Apakah bersepeda bisa menurunkan berat badan? Ini faktanya
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.