250 personel gabungan tertibkan aktivitas PETI di kawasan Geopark - ANTARA News Jambi

July 2026 · 2 minute read

Merangin, Jambi (ANTARA) - Sebanyak 250 personel gabungan dari unsur TNI, Polri dan pemerintah daerah melakukan penertiban aktivitas pertambangan emas ilegal di kawasan Geopark Merangin, Jambi.

"Operasi ini bentuk komitmen kita bersama untuk penertiban dari segala bentuk aktivitas pertambangan rakyat di kawasan UNESCO Global Geopark Kabupaten Merangin, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan," kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Merangin AKP Edi Bernawan di Merangin, Selasa.

Menurut dia, kegiatan ini adalah bentuk komitmen semua pihak untuk menjaga lingkungan dan ketertiban hukum di wilayah Kabupaten Merangin, khususnya di kawasan Geopark Merangin.

Selain itu, operasi gabungan ini dilakukan sebagai kesiapan menjelang pelaksanaan penilaian (revalidasi) UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus 2026.

Saat tim penilai turun, kawasan Geopark harus dalam kondisi tertib, aman, dan steril dari aktivitas pertambangan.

Kabag Ops menjelaskan, operasi tersebut menyasar tiga lokasi yang telah ditentukan, meliputi kawasan Teluk Wang Sakti Desa Biuku Tanjung, kawasan Mengkaring Desa Merkeh dan kawasan Geopark Desa Air Batu. 

Di lokasi tersebut, tim berhasil menemukan bekas wadah (box) yang disinyalir digunakan untuk aktivitas penambangan emas ilegal. 

Atas temuan itu, petugas melakukan pemotongan menggunakan mesin (sunsaw), sebagai tindakan untuk mencegah penggunaan kembali dan bentuk penegakan hukum yang tegas terhadap praktik tambang emas ilegal.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensterilkan kawasan UNESCO Global Geopark Merangin dari aktivitas pertambangan yang berpotensi mengganggu proses penilaian serta berdampak terhadap kelestarian kawasan," tutup Edi Bernawan.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.