2.056 Wisatawan Ajukan Refund Usai Bromo Ditutup Total

August 2026 · 2 minute read

Bagikan:

MALANG - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyebut sebanyak 2.056 wisatawan telah mengajukanrefundatau pengembalian biaya pembelian tiket kunjungan Gunung Bromopascapenutupan total imbas meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Endrip Wahyutama mengatakanribuan wisatawan yang melakukan pengajuan pengembalian biaya pembelian tiket, terdiri dari 1.944 wisatawan nusantara serta 112 orang lainnya merupakan wisatawan mancanegara, terhitung sejak Minggu (9/8) sampai Rabu (12/8).

"Jumlah wisatawan yang sudah melakukanrefunduntuk wisatawan Warga Negara Indonesia atau WNI 1.944 orang dan 112 warga negara asing," kata Endrip dilansir ANTARA, Rabu, 12 Agustus.

Selainrefund, sebanyak 32 wisatawan nusantara tercatat mengajukanrescheduleatau penjadwalan ulang kunjungan ke Gunung Bromo. Sedangkan, wisatawan mancanegara tidak adayang melakukan proses tersebut.

Secara keseluruhan, jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Gunung Bromo pada periode 9-15 Agustus mencapai 3.062 orang, dengan rincian 2.671 wisatawan nusantara dan 391 wisatawan mancanegara.

Endrip menyampaikan, untuk wisatawan yang belum mengajukan pengembalian biaya tiket kunjungan tercatat sebanyak 974 orang.

"Kalau wisatawan nusantaranya yang belum mengajukan untukrefund695 orang, sedangkan wisatawan mancanegara 279 orang," ujar dia.

Prosesrefundbiaya pembelian tiket maupunreschedulekunjungan dilakukan dengan mengisi formulir yang tertera di lama https://bit.ly/form-refund-reschedule-karhutla-bromo.

Balai Besar TNBTS memberlakukan penutupan total seluruh pintu masuk kawasan Gunung Bromo, yakni Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajangpada Sabtu (8/8), pukul 22.00 WIB,

Sebab, saat itu kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo meluas hingga menyeberangi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dari arah Bukit Jantur dan membakar area savana.

Langkah yang diambil sebagai bentuk tindak lanjut dari perkembangan situasi di lapangan demi mengefektifkan upaya pemadaman, sekaligus mempertimbangkan keamanan serta keselamatan pengunjung kawasan wisata.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+