Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:05 WIB
Banjarmasin, VIVA – Pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa, kembali membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan empat korban di sejumlah wilayah Kalimantan.
Baca Juga
Dengan temuan terbaru ini, total korban KM Virgo Transport 8 yang telah ditemukan mencapai 186 orang. Rinciannya, 108 korban ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 78 lainnya meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, operasi SAR masih berlanjut. Sebanyak 57 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim gabungan.
Baca Juga
Empat korban terbaru ditemukan melalui penyisiran darat yang dilakukan Search and Rescue Unit (SRU) di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Satu korban pertama ditemukan di wilayah Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara. Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban pada pukul 01.07 WIB. Informasi mengenai penemuan tersebut kemudian diterima Kantor SAR Palangka Raya pada pukul 07.55 WITA.
Baca Juga
Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Kabupaten Sukamara untuk mendapatkan penanganan dan proses identifikasi lebih lanjut.
Penemuan berikutnya terjadi di wilayah Natai Kuini, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kantor SAR Palangka Raya menerima informasi pada pukul 12.57 WITA mengenai sebuah life craft yang telah memasuki wilayah tersebut.
Lokasi penemuan itu berjarak sekitar 7 nautical mile (NM) dari wilayah Kabupaten Sukamara. Tak berhenti di situ, tiga korban kembali ditemukan di Sungai Teruntum, Kecamatan Sungai Hilir, Kabupaten Seruyan.
Tim SAR Gabungan menemukan dan mengevakuasi ketiganya pada pukul 13.30 WIB. Informasi penemuan tersebut diterima pada pukul 15.17 WITA. Di tengah temuan korban dari penyisiran darat, operasi pencarian di bangkai KM Virgo Transport 8 juga terus dilakukan.
Tim penyelam gabungan Basarnas, TNI AL, dan potensi SAR kembali melakukan penyisiran di bagian dalam kapal. Namun, pencarian pada hari ini belum menemukan korban tambahan.
Sejak Selasa (29/9/26), Basarnas juga memperluas pencarian melalui penyisiran darat di wilayah Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memperluas area pencarian sekaligus menindaklanjuti setiap kemungkinan lokasi korban.
"Langkah ini dilakukan untuk memperluas cakupan pencarian dan menindaklanjuti setiap kemungkinan lokasi keberadaan korban," kata dia, dikutip Kamis (1/10/26).
Halaman Selanjutnya
Syafii memastikan seluruh unsur SAR terus berkoordinasi dan menyesuaikan strategi berdasarkan perkembangan operasi di lapangan.