Moskow (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengakui adanya persoalan serius dalam mobilisasi personel ke dalam angkatan bersenjata Ukraina, terutama yang berkaitan dengan masalah berkepanjangan dalam koordinasi antara militer dan Kementerian Pertahanan.
"Anda tahu bahwa tantangan besar adalah mobilisasi... Kami memerlukan pendekatan baru terhadap mobilisasi, langkah-langkah baru. Mungkin langkah baru, mungkin tidak terlalu cepat, mungkin bukan sesuatu yang bersifat radikal," kata Zelenskyy dalam wawancara dengan Sky News sebagaimana dilaporkan RIA Novosti dari Moskow, Senin.
Zelenskyy juga menyinggung perombakan kabinet yang baru-baru ini dilakukan dan mengakui bahwa selama berbulan-bulan terjadi persoalan besar dalam komunikasi antara mantan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Oleksandr Syrskyi dan mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov.
Menurut Zelenskyy, untuk mengatasi persoalan mobilisasi diperlukan kesatuan antara angkatan bersenjata dan Kementerian Pertahanan.
Setelah Fedorov mengundurkan diri, aksi unjuk rasa yang mendukung dirinya serta protes terhadap Syrskyi berlangsung di Kiev dan sejumlah kota lainnya.
Pada 22 Juli, Zelenskyy menandatangani dekret yang menunjuk Mykhailo Drapatyi, yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pasukan Gabungan, sebagai panglima angkatan bersenjata yang baru.
Pemerintah Ukraina dalam beberapa waktu terakhir menghadapi kekurangan personel di dalam angkatan bersenjata. Di sisi lain, tindakan aparat perekrutan militer yang melakukan penangkapan paksa terhadap pria yang memenuhi syarat untuk dimobilisasi berulang kali memicu kontroversi dan aksi protes.
Video yang memperlihatkan proses mobilisasi paksa juga beredar luas di media daring. Rekaman tersebut menunjukkan petugas perekrutan membawa pria-pria yang menjadi sasaran mobilisasi menggunakan minibus, yang dalam beberapa kasus didahului dengan tindakan pemukulan terhadap mereka.
Pada saat yang sama, pria-pria yang berada dalam usia wajib militer di Ukraina berupaya menghindari mobilisasi dengan berbagai cara, seperti meninggalkan negara itu secara ilegal, membakar kantor perekrutan militer, bersembunyi di rumah, serta menghindari aktivitas di luar rumah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Zelenskyy akui mobilisasi militer Ukraina hadapi kendala serius
Pewarta: Primayanti
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.