Zelensky Ngamuk,1.600 Drone Guncang Moskow Rusia

September 2026 ยท 2 minute read

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 1.600 UAV (pesawat nirawak/drone) dilaporkan menyerang Moskow, Minggu. Ini terjadi saat pemilihan umum parlemen tengah berlangsung di Rusia.

Namun. Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin mengatakan 450 UAV dicegat saat mendekati ibu kota. Meski begitu, dua warga sipil tewas dan beberapa lainnya, termasuk dua anak-anak, terluka.

"Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan untuk mengganggu jalannya pemilu. Musuh gagal," ujar Sobyanin, dikutip RT, Senin (21/9/2026).

Merujuk laman yang sama, dilaporkan juga bagaimana beberapa drone mencapai area Kilang Minyak Moskow. Satu fasilitas yang tidak disebutkan jenisnya mengalami kerusakan.

Satu drone juga menghantam bangunan tempat tinggal. Beruntung, tegas Sobyanin, tidak ada korban jiwa di ibu kota.

Sebelumnya pada hari yang sama, Gubernur Wilayah Moskow Andrey Vorobyov melaporkan kerusakan di Distrik Ramenskoye, sebelah tenggara Moskow. Seorang wanita berusia 44 tahun tewas dan lima orang lainnya, termasuk dua anak-anak, terluka ketika sebuah drone menghantam gedung apartemen di desa Sofyino.

Di kota Ramenskoye yang tak jauh dari lokasi tersebut, sekitar 400 orang, termasuk 70 anak-anak, dievakuasi dari sebuah blok apartemen 21 lantai setelah jatuhan puing drone memicu kebakaran di bagian atap. Dilaporkan 20 kendaraan juga mengalami kerusakan.

Di Distrik Orekhovo-Zuyevo, di mana sebuah rumah pribadi hancur dan terbakar selama serangan berlangsung, dilaporkan satu orang tewas. Korban adalah seorang pria lanjut usia yang berada di dalam bangunan tersebut, menurut keterangan gubernur.

Di wilayah lain di kawasan Moskow, sebuah kompleks gudang terbakar di Sofyino, dan sebuah pesawat nirawak (drone) menghantam gedung apartemen di Kotelniki, menyebabkan kebakaran di unit-unit apartemen yang tersebar di tiga lantai. Pihak berwenang masih memastikan apakah ada korban luka.

Rumah-rumah warga juga mengalami kerusakan di Kolomna dan Yegoryevsk, sementara kebakaran terjadi di gedung-gedung apartemen di Distrik Leninsky, Lyubertsy, dan Lytkarino. Sebuah bangunan hunian dan fasilitas industri rusak di Istra, namun tidak ada laporan mengenai korban jiwa.

Serangan besar-besaran ini menghantam Moskow dan wilayah sekitarnya hanya beberapa jam sebelum tempat pemungutan suara (TPS) dibuka untuk hari terakhir pemilihan umum parlemen Rusia yang berlangsung selama tiga hari. Meskipun terjadi serangan, seluruh 1.443 TPS di Moskow dibuka tepat waktu.

Perlu diketahui Rusia menuduh Ukraina merusak upaya diplomatik sembari secara terbuka menyerukan dimulainya kembali perundingan. Jumat, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa pimpinan Ukraina "berbicara tentang perdamaian" namun melakukan segala upaya untuk menghalangi perdamaian dan perundingan.

Awal bulan ini, Putin memerintahkan serangan balasan berskala besar terhadap infrastruktur energi Ukraina sebagai tanggapan atas serangan-serangan di wilayah Rusia. Moskow mengecam serangan terhadap warga sipil sebagai tindakan terorisme, sembari menegaskan bahwa pasukan Rusia hanya menargetkan fasilitas militer dan fasilitas yang terkait dengan pertahanan.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]