Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menekankan Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu menghubungkan kompetensi yang dimilikinya dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan bangsa.
Saat memberikan orasi ilmiah pada wisuda XXXVII Universitas Bangka Belitung (UBB) Tahun 2026, Bangka Belitung, Senin (27/7), ia mengatakan RI tidak hanya membutuhkan generasi muda yang memiliki keterampilan.
"Terlebih di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat akibat perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)," tutur Yusril, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, kemajuan teknologi telah membuka akses pengetahuan yang semakin luas sekaligus mengubah lanskap dunia kerja sehingga generasi muda dituntut untuk terus memperbarui kompetensi dan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Dikatakan bahwa teknologi dapat mempercepat pekerjaan, tetapi tidak dapat menggantikan pertimbangan moral, tanggung jawab, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu di tengah kemajuan kecerdasan buatan, ia menegaskan karakter dan tujuan tetap menjadi penentu masa depan.
Yusril juga mengingatkan tantangan generasi muda saat ini bukan lagi sekadar bagaimana memperoleh informasi, melainkan bagaimana memilih dan memastikan informasi yang digunakan benar serta dapat dipercaya.
Dalam konteks tersebut, ia melanjutkan, kemampuan berpikir kritis, literasi digital, integritas, kolaborasi, adaptasi, dan inovasi menjadi kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan.
Untuk itu, Menko mendorong generasi muda agar menjadikan ilmu pengetahuan, kompetensi, dan integritas sebagai modal utama dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dia mengingatkan momentum wisuda bukan merupakan garis akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia nyata dengan tanggung jawab, tantangan, dan ketidakpastian yang lebih besar.
Oleh karenanya, kata dia, para wisudawan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah dan gelar akademik. Ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan harus mampu diterjemahkan menjadi kemampuan untuk berpikir tertib, membedakan fakta dan prasangka, mencari solusi, serta menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Wisuda bukan garis akhir. Wisuda menandai berakhirnya satu tahap pendidikan dan dimulainya kewajiban untuk menjawab persoalan nyata sebagai seorang sarjana," ungkapnya.
Ia menegaskan gelar merupakan amanah untuk berpikir dan bertanggung jawab, sementara ilmu harus digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Maka dari itu, ia turut mengajak para wisudawan untuk tidak membatasi cita-cita hanya karena berasal dari daerah tertentu.
Dia menilai perjalanan hidup akan membentuk cara berpikir, memperluas wawasan, dan menempa karakter kepemimpinan.
Yusril menyebut tidak ada jalan menuju kesuksesan yang selalu lurus sehingga pengalaman dan ketekunan menjadi bagian penting dalam membentuk talenta produktif.
“Jangan batasi cita-cita karena asal daerah. Teruslah belajar sepanjang hayat dan jadikan ilmu yang dimiliki sebagai manfaat bagi masyarakat,” ucap Menko.
Dalam kesempatan itu, Yusril juga menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi dalam membangun kepemimpinan dan kemajuan bangsa.
Ia berpendapat pendidikan memberikan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal untuk berkarya, namun ilmu tersebut harus disertai dengan tanggung jawab, etika, dan kejujuran.
Ditekankan bahwa integritas membangun kepercayaan, dan kepercayaan merupakan modal utama kepemimpinan.
"Setiap keputusan membawa konsekuensi bagi diri sendiri, organisasi, dan masyarakat. Karena itu, ilmu harus digunakan secara bertanggung jawab dan menghormati nilai-nilai moral,” kata Yusril.
Melalui momentum Wisuda XXXVII Universitas Bangka Belitung, dirinya pun meminta para lulusan dapat melanjutkan perjalanan dengan semangat untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkarya.
Para wisudawan diharapkan mampu menjadikan ilmu, kompetensi, dan integritas sebagai bekal untuk menghadapi perubahan zaman sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Rektor Universitas Bangka Belitung Ibrahim turut memberikan motivasi kepada para wisudawan dan wisudawati. Ia mengingatkan agar para lulusan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai persoalan dalam perjalanan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
Dia mendorong para wisudawan untuk terus melangkah dan menjadikan berbagai tantangan sebagai bagian dari proses pendewasaan diri.
Para lulusan juga diharapkan dapat mengabdikan ilmu dan kemampuan yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
Dalam pesannya, Ibrahim mengingatkan para wisudawan untuk tidak melupakan jasa dan pengorbanan orang tua yang telah memberikan dukungan selama perjalanan pendidikan.
Dengan demikian, momentum wisuda diharapkan tidak hanya menjadi perayaan atas keberhasilan para lulusan, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas doa, perjuangan, dan pengorbanan orang tua yang telah mendampingi mereka hingga mencapai tahap tersebut.
Dia mengatakan pesan itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan yang diraih para wisudawan tidak terlepas dari proses panjang, kerja keras, dukungan keluarga, serta doa orang-orang yang selalu berada di belakang mereka.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Yusril: RI butuh generasi muda gunakan kompetensi untuk pembangunan
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.