Jakarta (ANTARA) - Sineas Korea Selatan Yeon Sang-ho kembali menggarap serial Netflix berjudul "Parasyte: Tamiya" versi "live-action" setelah sukses menggarap "Parasyte: The Grey", dengan serial baru tersebut dibintangi aktris Shioli Kutsuna dan dijadwalkan tayang pada 2027.
Serial "Parasyte: The Grey" sebelumnya mampu bertahan selama empat pekan di daftar 10 serial televisi non-Inggris teratas global Netflix dan mencapai peringkat pertama di 34 negara setelah dirilis pada 2024.
Dilansir dari Variety, Rabu (22/7) waktu setempat, pencipta dan penulis naskah Yeon Sang-ho mengungkapkan perjuangan tokoh utama Ryoko Tamiya atas hakikat eksistensinya adalah kelebihan "Parasyte" versi asli dari sekadar komik Jepang (manga) bertema pahlawan, yang ditujukan untuk anak-anak, menjadi cerita yang relevan dengan banyak pemirsa di Netflix.
"Saya pikir penderitaan yang dialaminya adalah inti dari 'Parasyte'," kata Yeon.
Baca juga: Yoo Joon Sang dan Gong Seung Yeon bintangi drama bersama
Yeon Sang-ho mengembangkan konsep cerita dan menulis naskah bersama Ryu Yong-jae. WOWPOINT kembali bertindak sebagai rumah produksi serial "live-action" itu.
Mengenai penunjukan sutradara, Yeon menyampaikan telah memilih Kakimoto Kensaku (“Glass Heart”) dan Nakagawa Kazuhiro (“Double”, “Bullet Train Explosion").
"Kedua sutradara ini memiliki gaya yang sangat berbeda, dan saya sangat berharap akan adanya kolaborasi di antara mereka," kata Yeon.
Serial "Parasyte: Tamiya" akan mengambil sudut pandang karakter Ryoko Tamiya.
Dalam komik aslinya, Ryoko Tamiya adalah parasit yang mengambil alih tubuh seorang guru SMA, awalnya ganas dan tanpa pandang bulu sebelum secara bertahap belajar dari lingkungan manusia di sekitarnya.
Saat ia menyaksikan parasit dan manusia bisa berbagi satu tubuh, ia pun berpikir mungkin hidup berdampingan lebih baik daripada konflik.
Yeon memilih aktris kelahiran Australia, Shioli Kutsuna, untuk memerankan karakter Ryoko Tamiya. Perannya akan mencakup tiga kondisi berbeda, yaitu sebagai manusia biasa, parasit setelah mengambil alih tubuh manusia, serta parasit yang berinteraksi dengan manusia.
Baca juga: Berpasangan dalam layar kaca, bintang Korea ini menikah beneran
"Saya yakin itu merupakan tantangan besar bagi Kutsuna sebagai seorang aktris. Saya pikir dia melakukan pekerjaan yang luar biasa di sini dalam menggambarkan proses adaptasi makhluk non-manusia terhadap kemanusiaan dan eksistensinya sendiri," kata Yeon.
Senada, Shioli Kutsuna mengatakan peran sebagai Ryoko Tamiya adalah peran yang paling menantang di sepanjang karir aktingnya.
"Berkat dedikasi seluruh pemeran dan kru yang saling mendukung satu sama lain, setiap tantangan dapat terlewati sehingga produksi serial ini bisa diwujudkan," kata Shioli.
Manajer kreatif "live action" Netflix Jepang Sato Yoshihiro menambahkan, kisah komik “Parasyte” karya Hitoshi Iwaaki yang diterbitkan oleh Kodansha, dan sebelumnya telah diadaptasi menjadi serial film, serial animasi (anime), dan drama Korea “Parasyte: The Grey” akan relevan dengan kondisi zaman modern saat ini karena manusia sudah hidup berdampingan dengan entitas lain di luar dirinya.
"'Apa yang membuat seseorang menjadi manusia?' 'Bisakah kita hidup berdampingan dengan makhluk yang berbeda dengan kita?' Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh 'Parasyte' lebih dari 30 tahun yang lalu terasa jauh lebih menyesakkan bagi masyarakat di zaman modern ini karena kita telah menempatkan AI tanpa kesadaran di ujung jari kita," kata Sato.
Baca juga: "Parasyte: The Grey" sajikan adegan aksi manusia melawan parasit
Baca juga: Jeon So-nee tampilkan dualitas karakter di serial "Parasyte: The Grey"
Penerjemah: Abdu Faisal
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.