Yama Carlos dan Catherine Wilson Jadi Pemain Senior di Film Horor Last Witness

September 2026 ยท 2 minute read

Jakarta -

Film horor Last Witness tak cuma mengandalkan deretan pemain muda. Dua nama senior, Yama Carlos dan Catherine Wilson, ikut ambil bagian dalam film produksi CAS Production tersebut dengan membawa karakter yang berhadapan dengan persoalan keluarga, luka masa lalu, dan dendam.

Kehadiran Yama Carlos dan Catherine Wilson, dipercaya memerankan karakter penting sekaligus jadi bagian dari proses pembelajaran pemain muda di sana.

Yama Carlos memerankan Pak Dharmo, sedangkan Catherine Wilson berperan sebagai Bu Rini. Keduanya bergabung bersama Tsani Prillia, Kefan Sj, Musa Zulfikar, Dewanti, Rumyrach, Taufik Hidayat, dan Fadli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Last Witness merupakan film kedua yang diproduksi CAS Production. Berbeda dari film sebelumnya, rumah produksi tersebut memilih genre horor yang dibalut konflik keluarga dan dendam.

Bagi Yama Carlos, proyek ini memberikan pengalaman sekaligus tantangan baru. Ia juga melihat, keterlibatan para pemain dalam produksi tersebut sebagai kesempatan untuk saling belajar di lokasi syuting.

"Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kami bisa belajar langsung dari pemain yang lebih senior, mulai dari pendalaman karakter sampai bagaimana bekerja di lokasi syuting," ujar Yama Carlos saat ditemui dalam jumpa pers di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026).

Produser Wan Emily Sjahrir mengatakan, proses tersebut memang menjadi bagian dari pembentukan para talenta muda. Menurutnya, pengalaman terlibat dalam produksi akan membantu mereka mengetahui kekurangan sekaligus meningkatkan kemampuan akting.

"Ini masih tahap pembelajaran. Kita ingin mereka mengevaluasi apa yang sudah mereka lakukan, mengoreksi kekurangan masing-masing, supaya ketika nanti disiapkan untuk yang lebih besar lagi, mereka bisa memberikan yang terbaik," kata Wan Emily.

Saat ini Last Witness dipasarkan melalui YouTube. Namun, CAS Production telah menyiapkan film tersebut untuk dikembangkan ke versi layar lebar.

Wan Emily menilai, pengalaman bermain dalam produksi digital dapat menjadi modal penting bagi para pemain sebelum akhirnya masuk ke proyek film yang lebih besar.

"Kita memang ingin mereka lebih siap. Jadi ketika waktunya sudah tepat dan masuk ke layar lebar, mereka sudah mempunyai pengalaman dan lebih matang," jelasnya.

Tak berhenti di horor, CAS Production juga membuka peluang untuk mencoba genre berbeda pada proyek berikutnya. Drama menjadi salah satu genre yang berpotensi dieksplorasi demi memberikan tantangan baru bagi para pemain.

Dengan Last Witness, CAS Production tak hanya mencoba menghadirkan cerita horor, tetapi juga menjadikan produksi tersebut sebagai ruang bagi para talenta muda untuk mengasah kemampuan sebelum melangkah ke layar lebar.

(wes/pus)