Wisuda ke-59 UNIBA Surakarta, lahirkan 204 lulusan unggul
Rabu, 30 September 2026 21:32 WIB
Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana ke-59, Magister Manajemen ke-38, dan Magister Hukum ke-5 untuk semester gasal Tahun Akademik 2026/2027 di Solo, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana ke-59, Magister Manajemen ke-38, dan Magister Hukum ke-5 untuk semester gasal Tahun Akademik 2026/2027.
Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua Senat Dr. Suhendro, S.E., M.Si., Ak. ini berlangsung khidmat di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Rabu.
Pada periode ini, UNIBA secara resmi meluluskan 204 wisudawan dari empat fakultas, dengan rincian 141 lulusan sarjana (S1) dan 63 lulusan magister (S2). Hebatnya, sebanyak 144 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude.
Penyebaran wisudawan terdiri dari Fakultas Hukum sebanyak 82 orang (62 S1 Hukum dan 20 S2 Magister Hukum) serta Fakultas Ekonomi sebanyak 81 orang (18 S1 Manajemen, 20 S1 Akuntansi, dan 43 S2 Magister Manajemen). Selain itu, Fakultas Pertanian meluluskan 22 orang (13 Agroteknologi, 7 Peternakan, dan 2 Agribisnis), sedangkan Fakultas Teknik mencetak 19 lulusan (10 Teknik Industri dan 9 Teknik Sipil).
Momen wisuda kali ini juga diwarnai kehadiran dua tokoh legislatif di Jawa Tengah yang berhasil menyelesaikan pendidikan S2 Magister Manajemen. Kedua pejabat publik tersebut adalah Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Dinda Ari Ayu Isnani, S.T., M.M., serta Ketua DPRD Kabupaten Klaten Edy Sasongko, S.M., M.M.
Dalam studinya, Dinda mengangkat riset terkait efektivitas SDM dan motivasi kerja di Sekretariat DPRD Kota Semarang. Ia mengapresiasi dukungan akademisi UNIBA yang fleksibel bagi mahasiswa berjadwal padat.
“Pengalaman S2 di UNIBA sangat luar biasa. Dukungan dosen serta diskusi rekan mahasiswa sangat membantu kami,” ungkap Dinda, seraya menambahkan visinya untuk menginspirasi masyarakat bahwa pendidikan tak mengenal batas usia maupun jabatan.
Sementara itu, di usianya yang menginjak 56 tahun, Edy Sasongko meneliti pengaruh burnout, lingkungan kerja, budaya organisasi, dan work-life balance terhadap Organizational Citizenship Behavior pegawai Sekretariat DPRD Klaten. Dari hasil risetnya, ia merekomendasikan penataan tugas berbasis kompetensi melalui meritokrasi presisi.
Ia juga mengajak jajaran anggota dewan serta generasi muda untuk terus menuntut ilmu demi memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Jangan pernah lelah menuntut ilmu, karena ilmu adalah modal utama pengabdian,” tegas Edy.
Sementara itu, Rektor UNIBA Surakarta Dr Ipmawan Muhammad Iqbal menekankan agar para alumni tidak sekadar berbangga dengan gelar akademik, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Ada tiga pesan utama kepada wisudawan: menjadi pembawa solusi, menanggalkan ego dengan membangun sinergi, serta memperkuat spiritualitas di era digital,” tegas Ipmawan.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.