Warren Buffet Pensiun dari Chairman Berkshire usai 56 Tahun Menjabat

September 2026 · 2 minute read

Jakarta, CNN Indonesia --

Konglomerat Warren Buffett mengakhiri masa jabatannya sebagai Chairman Berkshire Hathaway pada Jumat (18/9), usai menduduki posisi tersebut sejak 1970.

Dilansir CNN, pria berusia 96 tahun itu akan tetap berada di dewan direksi dengan menjabat sebagai Chairman Emeritus.

Sementara itu, putranya, Howard-yang telah menjadi anggota dewan sejak 1993-akan mengambil alih peran sebagai ketua dewan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buffett membangun Berkshire menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia dengan menerapkan teori investasi nilai, yang kinerjanya jauh melampaui pasar secara keseluruhan.

Pria yang dijuluki 'Peramal dari Omaha' ini juga tercatat sebagai orang terkaya ke-10 di dunia sekaligus salah satu dermawan yang paling murah hati.

Bloomberg Billionaires Index mencatat total kekayaan bersihnya mencapai US$145 miliar atau sekitar Rp2.585.32 triliun (asumsi kurs Rp17.828 per dolar AS).

Saham Berkshire tidak banyak bergerak menyusul kabar tersebut.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada para pemegang saham Berkshire Jumat ini, Buffett menyatakan salah satu alasan ia mundur adalah karena kinerja CEO Greg Abel telah melampaui ekspektasinya.

Namun, ia juga menyinggung faktor usianya dalam surat tersebut, dengan menyebutkan bahwa cicitnya-yang baru saja genap berusia satu tahun-"bergerak sedikit lebih cepat daripada saya belakangan ini."

"Waktu selalu menang," tulisnya.

"Namun, waktu telah bermurah hati kepada saya. Waktu telah memberi saya kesempatan untuk melihat Berkshire mencapai titik di mana saya merasa lebih yakin dari sebelumnya mengenai masa depan perusahaan," sambungnya.

Sebelum mundur dari posisi Chairman, Buffett resmi pensiun dari posisi CEO Berkshire Hathaway per 31 Desember 2025 lalu.

Buffett sukses mengubah Berkshire Hathaway dari perusahaan tekstil menengah pada tahun 1960-an, menjadi raksasa dengan nilai lebih dari US$1 triliun dengan aset likuid sebesar US$300 miliar.

Reuters mencatat, berkat tangan dingin Buffett, investor yang cukup beruntung memiliki saham Berkshire sejak 1965, ketika Buffett mengambil alih, memperoleh keuntungan sekitar 6,1 juta persen, jauh di atas keuntungan S&P 500 yang sekitar 46 ribu persen termasuk dividen.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)