Beijing (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan kerangka baru hubungan China-Amerika Serikat harus didasarkan pada saling menghormati kedaulatan dan kepentingan utama serta kesetaraan kedua negara.
"Hal penting secara politik dari kunjungan ini adalah Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump memperluas cakupan arah baru hubungan China-AS, dengan menekankan pentingnya rasa hormat, keadilan, dan kesetaraan," kata Wang, Sabtu.
Wang menyampaikan hal itu setelah kunjungan Xi ke Amerika Serikat. Ia mengatakan kedua pemimpin sepakat membangun hubungan yang stabil dan konstruktif secara strategis berdasarkan rasa hormat, keadilan, dan kesetaraan.
Wang menjelaskan bahwa rasa hormat berarti menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing, sistem sosial serta jalur pembangunan yang dipilih kedua negara.
Hal itu juga mencakup penghormatan terhadap kepentingan utama dan persoalan penting yang menjadi perhatian masing-masing pihak.
Wang juga menyoroti tentang keadilan, yang berarti mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan, menyelesaikan perbedaan melalui konsultasi, serta menolak "permainan menang-kalah" dan upaya mendominasi secara sepihak.
Ia juga menjelaskan bahwa kesetaraan berarti China dan AS merupakan negara berdaulat dengan kedudukan yang setara, tanpa membedakan status, serta tidak melakukan tindakan intimidasi atau dominasi.
"Kedua negara harus menangani kepentingan dan kekhawatiran satu sama lain serta mengembangkan kerja sama yang seimbang di berbagai bidang," kata Wang.
Sumber: Sputnik
Baca juga: China sebut capai delapan kesepakatan dengan Amerika Serikat
Baca juga: Pertemuan Xi-Trump tekankan hubungan strategis baru China-AS (1)
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.