Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mendorong peserta didik membangun budaya sains sejak dini melalui rasa ingin tahu, keberanian bertanya, dan kemampuan menjawab pertanyaan berdasarkan data.
"Sains itu untuk semua orang, yang sebenarnya saya tekankan adalah bukan hanya sainsnya, tetapi adalah pemikiran tentang logika dan riset," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Wamen Stella menyebut sains tidak selalu dimulai dari pertanyaan mengenai manfaat langsung. Ia mencontohkan perkembangan sinar X, GPS, dan Google untuk menunjukkan bahwa pertanyaan ilmiah dapat menemukan penerapannya jauh setelah penelitian dilakukan.
Google, misalnya, berkembang dari riset akademik yang dituangkan dalam disertasi dan publikasi ilmiah.
Karena itu, Stella menyebut rasa ingin tahu perlu diberi ruang. Pertanyaan yang muncul dari rasa ingin tahu dapat menjadi awal proses ilmiah, sementara penerapannya dapat ditemukan kemudian.
"Nomor satu tentang sains itu adalah yang kita biasa sebut pertanyaan dari rasa ingin tahu. Pertanyaan dari rasa ingin tahu, bukan pertanyaan melulu dari rasa untuk apa," katanya.
Pakar psikologi kognitif itu menilai kebiasaan sains dapat dilatih sejak sekolah. Peserta didik dapat mulai dari persoalan sederhana di lingkungan sekitar, kemudian mengubahnya menjadi pertanyaan yang dijawab secara sistematis dan berbasis data.
Misalnya, lanjut dia, sekolah dapat meneliti jumlah sampah yang dihasilkan atau jumlah makanan yang tersisa di kantin.
Cara berpikir tersebut juga relevan untuk melihat persoalan lingkungan. Persoalan lingkungan perlu didekati melalui riset karena setiap bagian di dalamnya saling berkaitan.
"Masalah lingkungan tentu saja adalah masalah kita bersama. Dan apapun bagian atau fase dari lingkungan itu memang harus selalu dilakukan dengan riset," ucap Stella.
Wamen Stella menekankan lomba sains tidak berarti setiap penelitian harus langsung diterapkan, melainkan menjadi kesempatan untuk mengasah kualitas berpikir, membangun budaya bertanya, serta membiasakan peserta didik menjawab pertanyaan secara sistematis dan berbasis data.
Hasil riset yang telah ada dapat dikembangkan lebih lanjut melalui proses peningkatan skala. Pengembangan tersebut membutuhkan keterhubungan antara peneliti, perguruan tinggi, dan industri agar hasil penelitian dapat bergerak dari tahap riset menuju pemanfaatan yang lebih luas.
Dalam konteks tersebut, Stella menyebut peran Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mendorong hasil-hasil riset agar dapat dikembangkan dan ditingkatkan skalanya.
"Riset adalah motor pertumbuhan ekonomi bangsa," ucap Stella Christie.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamen Stella dorong anak Indonesia budayakan sains sejak dini
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.