Wabup Kotim dorong siswa baru bangun karakter lewat MPLS

July 2026 · 4 minute read

Wabup Kotim dorong siswa baru bangun karakter lewat MPLS

Senin, 13 Juli 2026 18:22 WIB

Image Print

Wakil Bupati Kotim Irawati membuka MPLS tahun ajaran 2026/2027 di SMPN 1 Sampit, Senin (13/7/2026). ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Irawati mendorong peserta didik baru memanfaatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai momentum membangun karakter, kemandirian dan kedisiplinan sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Manfaatkan kegiatan MPLS ini dengan sebaik-baiknya. Kenali lingkungan sekolah, guru-guru yang akan membimbing, tata tertib sekolah, budaya positif, serta berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan bakat dan minat kalian," kata Irawati di Sampit, Senin.

Hal ini ia sampaikan saat membuka secara resmi MPLS tahun ajaran baru 2026/2027 di SMPN 1 Sampit dilanjutkan SMPN 3 Sampit. Pesan ini pun terutama ditujukan kepada peserta didik baru di jenjang SMP yang dinilai menjadi masa transisi dari anak-anak ke remaja.

Irawati menjelaskan, masa transisi dari SD menuju SMP merupakan langkah penting untuk membentuk pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, disiplin dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Langkah ini dimulai dari kegiatan MPLS. Ia menegaskan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah harus berlangsung menyenangkan, mendidik, membangun karakter, serta bebas dari perundungan, kekerasan, diskriminasi, maupun perpeloncoan sehingga sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

"Yang dulunya mereka dianggap masih anak-anak, mudah-mudahan setelah beralih ke SMP mereka mempunyai kemandirian, keberanian, karakter yang lebih baik dan tentunya mempunyai adab," ujarnya.

Kehadiran orang nomor dua di Kotim ini pada pembukaan MPLS juga bertujuan untuk memberikan motivasi agar siswa memiliki semangat belajar sejak memasuki jenjang SMP.

Ia mengingatkan siswa agar fokus belajar, menghormati guru, menaati seluruh aturan sekolah, serta memanfaatkan tiga tahun masa pendidikan di SMP untuk membangun fondasi kesuksesan.

Menurutnya, usia remaja merupakan fase yang penuh rasa ingin tahu sehingga membutuhkan bimbingan guru agar berkembang ke arah yang positif, termasuk dalam penggunaan gawai di era digital.

"Intinya mereka hanya belajar dan belajar. Hormati aturan di sekolah dan hormati bapak ibu guru, karena kesuksesan itu berawal dari mengikuti proses pembelajaran dengan baik," ucapnya.

Irawati juga mendorong orang tua mulai melatih kemandirian anak sejak memasuki SMP, seperti membiasakan menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri hingga berangkat ke sekolah secara mandiri sesuai kondisi dan tetap mematuhi aturan keselamatan, termasuk tidak mengendarai sepeda motor karena belum cukup usia.

Ia menilai, kebiasaan hidup mandiri akan membentuk karakter yang kuat dan menjadi modal penting bagi anak untuk meraih cita-cita pada masa depan.

Selain itu, Irawati berharap sekolah turut menanamkan pengetahuan dasar tentang daerah kepada peserta didik. Saat berinteraksi dengan sejumlah siswa baru, ia mendapati masih ada yang belum mengetahui nama pimpinan daerah.

"Saya berpesan kepada guru di tingkat SMP, pengetahuan-pengetahuan seperti itu tanamkan kepada anak-anak. Hal-hal sederhana tentang daerahnya sendiri juga penting agar mereka mengenal dan mencintai Kotawaringin Timur," pungkasnya.

Baca juga: Pemkab Kotim targetkan predikat Sangat Inovatif pada 2026

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kotim Yolanda Lonita Fenisia menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung terwujudnya pendidikan yang tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga generasi yang berkarakter baik serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Selain menekankan pembentukan karakter, pihaknya juga mengingatkan seluruh sekolah, agar melaksanakan MPLS sesuai petunjuk teknis Kementerian Pendidikan dengan mengedepankan prinsip ramah anak selama lima hari pada pekan pertama tahun ajaran baru.

"Penekanannya selama pelaksanaan MPLS tahun ini adalah MPLS Ramah. Diharapkan tidak ada pembulian terhadap peserta didik dan MPLS menjadi wahana untuk pengembangan karakter peserta didik," tuturnya.

Disisi lain, Kepala SMP Negeri 3 Sampit Siti Khadijah menyampaikan, pelaksanaan MPLS tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena dilengkapi asesmen yang terhubung langsung dengan Kementerian Pendidikan untuk memetakan kondisi dan potensi setiap peserta didik baru.

"Selama lima hari MPLS setiap hari anak-anak mengisi asesmen yang link-nya langsung ke Kementerian. Tujuannya untuk pemetaan kompetensi peserta didik sehingga kami bisa mengarahkan minat, bakat, dan kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai," sebutnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan MPLS tahun ini juga lebih lama dibanding tahun lalu. Jika sebelumnya MPLS dilaksanakan selama tiga hati, sedangkan tahun ini MPLS berlangsung selama lima hari pada pekan pertama sekolah bagi peserta didik baru.

Sebelum MPLS dimulai pihak sekolah juga menggelar sosialisasi khusus kepada orang tua peserta didik baru agar mereka memahami rangkaian kegiatan sekaligus dapat mendukung proses adaptasi anak selama memasuki jenjang SMP.

"Pada intinya perubahan pada MPLS tahun ini sangat berdampak positif karena membantu sekolah memetakan kemampuan anak. Kami juga lebih mudah memantau perkembangan mereka sejak awal masuk sekolah," demikian Siti.

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.