VinFast Tak Gentar dengan Perang Harga Mobil Listrik di Indonesia

August 2026 · 2 minute read

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Tangerang Selatan, VIVA – Persaingan mobil listrik di Indonesia semakin ketat, terutama di segmen harga Rp200 jutaan yang belakangan diisi banyak pemain baru. Meski demikian, VinFast mengaku tidak menjadikan perang harga sebagai strategi utama untuk menarik konsumen.

Baca Juga

Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani mengatakan perusahaan memilih menawarkan nilai lebih melalui ekosistem kendaraan listrik dibanding mengikuti tren menurunkan harga jual. Menurutnya, konsumen kini mulai mempertimbangkan biaya kepemilikan secara menyeluruh, bukan hanya harga saat membeli kendaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Konsep kami adalah kami tidak mau fokus dan ikut dengan perang harga. Kami lebih fokus menunjukkan value sebenarnya dari mobil yang mereka beli, termasuk bagaimana risiko kepemilikan setelah pembelian bisa diminimalkan," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif, Selasa, 4 Agustus 2026.

Baca Juga

Ia menjelaskan pendekatan tersebut diwujudkan melalui konsep Drive Worry Free yang mulai diperkenalkan sejak Juni 2026. Program ini dirancang untuk mengurangi berbagai kekhawatiran calon pengguna mobil listrik, mulai dari biaya pengisian daya, kondisi baterai, hingga nilai jual kembali kendaraan.

Menurut Rinaldi, selama ini masih banyak masyarakat yang ragu beralih ke mobil listrik karena memikirkan lokasi pengisian daya, biaya penggantian baterai yang dianggap mahal, serta harga jual kembali kendaraan setelah beberapa tahun digunakan. Karena itu, VinFast memilih membangun ekosistem yang mampu menjawab kekhawatiran tersebut.

Baca Juga

Salah satu program yang ditawarkan adalah pengisian daya gratis melalui jaringan V-GREEN Charging Station hingga Maret 2029. Selain itu, VinFast juga menghadirkan program battery subscription, dukungan layanan purnajual, serta resale value guarantee yang diklaim dapat menjaga nilai jual kendaraan hingga empat tahun kepemilikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rinaldi mengatakan pendekatan tersebut juga mengajak konsumen melihat kendaraan dari sisi total cost of ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan. Menurutnya, biaya yang dikeluarkan selama menggunakan kendaraan justru menjadi pertimbangan penting sebelum seseorang memutuskan membeli mobil listrik.

"Konsumen kami sekarang mulai sadar bahwa memiliki mobil bukan hanya soal harga di awal atau fitur yang ditawarkan. Mereka juga menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan selama menggunakan kendaraan tersebut," katanya.

Halaman Selanjutnya

Ia menambahkan, respons pengunjung terhadap pendekatan tersebut cukup positif selama GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Berdasarkan pengamatan VinFast, banyak calon konsumen yang datang ke booth bukan hanya untuk melihat produk, tetapi juga mencari informasi mengenai biaya kepemilikan dan berbagai program pendukung yang ditawarkan perusahaan.