Upaya ASDP menjaga denyut logistik antarpulau di Maluku

September 2026 · 2 minute read
​Di Maluku, merawat konektivitas bukan sekadar menghubungkan titik-titik di atas peta, melainkan memastikan kehidupan di tiap pulau tetap memiliki jalan untuk saling menyapa.

Ambon (ANTARA) -

Tengah malam di depan gerbang Dermaga Waipirit, Seram Bagian Barat, puluhan truk warna-warni bermuatan hasil laut dan kebun berjejer rapi.

Di balik jendela berdebu, para sopir tampak tertidur pulas. Tak jauh dari sana, para pengendara motor berselimut jaket tebal ikut terlelap di kursi panjang ruang tunggu keberangkatan ferry menuju Pelabuhan Hunimua, Ambon.

Pemandangan ini menjadi santapan sehari-hari bagi setiap warga yang harus menyeberang, kendaraan yang harus bergerak, dan barang kebutuhan yang harus sampai ke pulau tujuan.

Para calon penumpang dan kendaraan kerap menanti hingga berjam-jam. Ada yang sengaja datang dini hari demi mengejar pelayaran pertama pukul 05.00 WIT, ada pula yang terpaksa tertahan sejak malam karena tertinggal kapal terakhir pukul 21.00 WIT.

Begitulah denyut aktivitas jalur laut di Maluku. Setiap pelayaran bukan sekadar perjalanan menyeberangi selat, melainkan napas bagi keberlanjutan hidup di setiap pulau. Kapal ferry adalah urat nadi penopang ekonomi; kestabilan harga kebutuhan pokok amat bergantung padanya, dan roda perekonomian bisa seketika lumpuh jika pelayaran terhenti.

Melihat vitalnya jalur ini, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon resmi memberlakukan layanan 24 jam di lintasan Hunimua-Waipirit setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu mulai Juni 2026. Layanan nonstop ini sebelumnya sempat diuji coba saat momen Lebaran Idul Fitri pada Maret 2026, lalu dilanjutkan pada libur panjang Mei dan Idul Adha.

Tingginya antusiasme dan mobilitas warga mendorong ASDP memperluas layanan. Lewat kolaborasi bersama Dinas Perhubungan, BPTD Maluku, dan PT Panca Karya, skema ini dihadirkan agar perjalanan warga Pulau Seram ke Kota Ambon tidak lagi terbatas oleh jadwal penyeberangan.

Pada layanan 24 jam ini, kapal khusus beroperasi mulai pukul 23.30 WIT hingga 04.00 WIT. Setelahnya, operasional langsung disambung oleh kapal reguler yang memulai proses pemuatan pukul 05.00 WIT.

Kebijakan anyar ini membuka ruang perjalanan hingga malam dan dini hari, memberikan fleksibilitas lebih bagi pergerakan masyarakat, kendaraan, serta distribusi logistik antara Ambon dan Seram.

Baca juga: ASDP Ambon berlakukan layanan feri 24 jam setiap akhir pekan

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.