Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) Maluku mewisuda 1.036 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan sebagai upaya memperkuat pembangunan daerah melalui sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing.
Rektor Universitas Pattimura Prof. Fredy Leiwakabessy di Ambon, Rabu, mengatakan perguruan tinggi saat ini tidak lagi diukur dari banyaknya lulusan yang dihasilkan, tetapi dari kemampuan lulusannya menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia kerja.
"Perguruan tinggi hari ini tidak lagi hanya diukur dari seberapa banyak mahasiswa yang lulus, tetapi dari seberapa besar dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat, bangsa, dan dunia global," katanya.
Ia menjelaskan sebanyak 1.036 lulusan tersebut terdiri atas 899 lulusan program sarjana, 98 lulusan magister, tujuh lulusan doktor, tiga lulusan pendidikan profesi guru, dan 29 lulusan pendidikan profesi dokter.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 lulusan berasal dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Kepulauan Aru dan 24 lulusan dari PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya.
Menurut dia, sebanyak 1.004 lulusan menerima ijazah pada prosesi wisuda, sedangkan 32 lulusan lainnya masih menjalani proses verifikasi administrasi dan akan menerima ijazah dalam satu hingga dua pekan mendatang.
"Ini merupakan komitmen kami untuk mempercepat layanan akademik sehingga lulusan dapat segera memanfaatkan ijazahnya untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan," ujarnya.
Prof. Fredy mengatakan kualitas lulusan juga tercermin dari capaian akademik. Sebanyak 18,16 persen lulusan meraih predikat cum laude dengan indeks prestasi kumulatif rata-rata 3,53.
Ia menambahkan peningkatan kualitas lulusan sejalan dengan capaian indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi sepanjang 2026. Unpatti melampaui target publikasi internasional bereputasi dengan menghasilkan tujuh artikel pada jurnal kuartil pertama (Q1) dari target enam artikel.
Selain itu, penelitian kolaborasi internasional meningkat menjadi 7,8 persen atau melibatkan 106 dosen, sedangkan keterlibatan dosen dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) mencapai 57,3 persen atau sebanyak 780 dosen.
"Capaian ini bukan sekadar memenuhi administrasi, tetapi menjadi cerminan tata kelola perguruan tinggi yang sehat, relevansi kurikulum, serta kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi," katanya.
Hingga 2026, Unpatti memiliki 17 program studi berakreditasi unggul, 18 program studi berakreditasi internasional, serta membuka dua program studi baru sehingga total menjadi 115 program studi.
Menurut Prof. Fredy, berbagai capaian tersebut menjadi fondasi bagi Unpatti untuk mempercepat transformasi menuju universitas berkelas dunia melalui penguatan kerja sama internasional, peningkatan kualitas riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta digitalisasi pembelajaran.
"Kami ingin membangun universitas yang mampu berdiri sejajar dengan perguruan tinggi terkemuka di tingkat internasional tanpa kehilangan identitas dan komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat Maluku dan Indonesia," katanya
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.