Bengkulu (ANTARA) - Universitas Bengkulu (Unib) memperkuat kompetensi guru SMP di Kota Bengkulu dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mengembangkan sistem penilaian digital yang lebih efisien dan informatif di lingkungan pendidikan.
“"Penilaian seharusnya tidak berhenti pada pemberian skor. Data hasil penilaian perlu dimanfaatkan guru untuk memahami proses berpikir dan kesulitan belajar siswa sehingga dapat menjadi dasar untuk memberikan umpan balik dan menentukan tindak lanjut pembelajaran," kata Ketua tim pengabdian Dr. Fitri April Yanti di Bengkulu, Selasa.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset (PPM-R) bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru SMP dalam Penilaian Digital Responsif melalui Automatic Assessment Based AI (AABAI)” yang didanai melalui PNBP Universitas Bengkulu 2026.
Kegiatan yang menggandeng Dinas Pendidikan Kota Bengkulu tersebut diikuti 25 guru SMP Negeri se-Kota Bengkulu, serta dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unib Prof. Dedi Suryadi.
Program tersebut berangkat dari kebutuhan guru menghadapi transformasi digital pendidikan, khususnya dalam mengembangkan sistem penilaian yang tidak hanya menghasilkan nilai secara cepat, tetapi juga memberikan gambaran mengenai pemahaman dan proses berpikir peserta didik.
Melalui kegiatan itu, guru diperkenalkan dengan Automatic Assessment Based Artificial Intelligence (AABAI), yakni inovasi penilaian digital berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu menganalisis respons siswa secara otomatis berdasarkan indikator penilaian.
Sistem tersebut tidak hanya menghasilkan skor, tetapi juga menyajikan informasi mengenai ketercapaian indikator serta profil respons belajar siswa dalam bentuk deskripsi maupun grafik, sehingga dapat membantu guru memahami tingkat pemahaman dan kesulitan belajar peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) yang menempatkan guru sebagai mitra aktif, mulai dari identifikasi kebutuhan dan permasalahan penilaian, pengenalan sistem, pelatihan dan peningkatan kapasitas, pendampingan implementasi hingga monitoring serta evaluasi.
Para guru juga memperoleh pengalaman praktik dalam merancang instrumen penilaian digital, menginput dan mengelola respons siswa, serta membaca hasil analisis yang dihasilkan sistem. AABAI dapat mendukung berbagai bentuk respons peserta didik, seperti jawaban uraian singkat, analisis grafik, video, audio, maupun file.
Pengembangan AABAI dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Unib melakukan hilirisasi hasil riset agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.
Teknologi tersebut merupakan hasil riset sebelumnya berjudul “Automatic Assessment-Based Artificial Intelligence (AABAI) sebagai Penilaian Transformatif yang Responsif terhadap Budaya Lokal Pesisir untuk Mengukur Literasi Lingkungan Siswa SMP”.
Hasil riset kemudian dikembangkan dan diterapkan melalui kegiatan pengabdian sehingga tidak berhenti sebagai luaran penelitian, tetapi dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan guru di sekolah. Panduan penggunaan AABAI juga telah diterbitkan dalam bentuk buku ber-ISBN.
Melalui program tersebut, Unib berharap guru semakin mampu mengembangkan praktik penilaian yang inovatif dan memanfaatkan data hasil asesmen sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penerapan AABAI juga diharapkan mendukung pengelolaan data hasil belajar serta pengambilan keputusan pembelajaran yang lebih berbasis data atau data-driven decision making.
Program PPM-R tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Unib mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang pendidikan berkualitas, terutama melalui peningkatan kapasitas pendidik dan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.