Umsida dorong pemanfaatan bambu jadi bagian inovasi seni lingkungan - ANTARA News Jawa Timur

August 2026 · 2 minute read

Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mendorong pemanfaatan bambu menjadi bagian dari inovasi seni lingkungan melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM).

“Kami mengintegrasikan kearifan lokal bambu ke dalam koridor seni etnomusikologi dan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika atau STEAM melalui karya seni suara yang selaras dengan alam, ramah lingkungan, sekaligus menjadi ruang belajar inspiratif,” kata Ketua Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Umsida, Evie Destiana, dalam keterangan diterima di Pasuruan, Sabtu.

Evie menyatakan upaya tersebut diterapkan dalam program bertajuk Inovasi Seni Soundscape Edupark Berbasis STEAM melalui Integrasi Etnomusikologi dan Kearifan Lokal Bambu, yang diluncurkan di Pasar Budaya Pring Sewu, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Menurutnya, program yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu dilaksanakan di Dusun Binangun, Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Ia menjelaskan, Inovasi utama program tersebut berupa instalasi tata suara lingkungan atau Eco-Aesthetic Soundscape yang memadukan material bambu alami dengan akurasi nada berbasis musikologi digital untuk menghasilkan lanskap suara yang menyatu dengan lingkungan.

Dari sisi teknologi informasi, Evie menjelaskan, anggota tim Rohman Dijaya mengembangkan sistem informasi terintegrasi melalui dashboard digital untuk mengelola agenda pementasan, layanan budaya, pemetaan atraksi seni, dan narasi edukasi instalasi berjudul Bambu Berbicara.

Program itu, lanjutnya, juga mengembangkan Binangun Edupark sebagai ruang belajar terbuka yang ramah anak untuk mengenalkan keterkaitan sains terapan dengan ekosistem bambu, flora lokal, serta fenomena bunyi alam.

Keberlanjutan program ditandai pembentukan kelompok seni Sekar Binangun yang melibatkan komunitas Ibu Binangun Hebat dan pemuda setempat dalam pertunjukan etnomusikologi, perawatan instalasi, pengelolaan agenda, serta wisata edukasi.

Sementara itu perwakilan Dusun Binangun M. Ichwan mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu mempertemukan seni, kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat lintas generasi di kawasan Pasar Budaya Pring Sewu.

“Kehadiran kelompok Sekar Binangun menjadi wadah regenerasi positif bagi generasi muda dan ibu-ibu setempat untuk melestarikan budaya desa sekaligus memajukan ekonomi kreatif warga,” ujar Ichwan.

Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.