UMS ditunjuk Kemendikdasmen jadi Tim Perumus Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi
Jumat, 21 Agustus 2026 20:56 WIB
Rektor UMS Prof. Dr., Harun Joko Prayitno menerima tamu dari Kemendikadasmedi ruang BPH Lantai 6, Gedung Siti Walidah UMS Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026). ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dipercaya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai Tim Perumus Penjaminan Mutu.
Kegiatan perumusan berlangsung di Ruang Sidang BPH UMS Solo, Jawa Tengah, 21 dan 22 Agustus 2026.
Acara ini dihadiri langsung oleh Dr. Yaya Sutarya, S.Pd., M.Pd. selaku Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI, didampingi Kasubdit Bina Kursus dan Pelatihan Yohana Rumanda, M.Pd, bersama jajaran pimpinan UMS, termasuk pakar vokasi Prof., Dr., Suranto dan perwakilan lembaga pelatihan dari berbagai daerah.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya atas penunjukan UMS sebagai tim perumus.
“Kami sangat antusias dan merasa terhormat karena UMS ditunjuk sebagai tim perumus penjaminan mutu tingkat nasional. Ini bukan hanya sebuah kepercayaan, tetapi juga tanggung jawab besar. Penunjukan ini menjadi bukti bahwa UMS selama ini konsisten mengembangkan pendidikan vokasi yang link and match dengan dunia industri dan kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan rumusan mutu yang dihasilkan nanti benar-benar aplikatif, terukur, dan dapat meningkatkan daya saing lulusan vokasi di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Dr. Yaya Sutarya menegaskan pentingnya penyusunan sistem penjaminan mutu yang kuat untuk pendidikan vokasi, kursus, dan pelatihan.
“Kegiatan perumusan ini menjadi langkah strategis Kemendikdasmen untuk memastikan setiap lembaga vokasi dan pelatihan memiliki standar mutu yang jelas. Mutu bukan hanya soal akreditasi di atas kertas, tetapi soal lulusan yang kompeten, siap kerja, dan mampu menciptakan lapangan kerja. Karena itu kami menggandeng UMS yang sudah terbukti memiliki ekosistem vokasi yang baik. Harapan kami, rumusan yang lahir dari forum ini bisa menjadi acuan nasional dalam meningkatkan kualitas kursus, pelatihan, dan pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri dan transformasi ekonomi,” tegas Dr. Yaya.
Selama dua hari, tim perumus yang terdiri dari akademisi, praktisi industri, dan pengelola lembaga pelatihan akan merumuskan indikator, standar, serta mekanisme evaluasi penjaminan mutu. Hasil rumusan ini nantinya akan dijadikan rujukan kebijakan nasional oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen.
Dengan ditunjuknya UMS sebagai tuan rumah dan tim perumus, diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui jalur vokasi dan pendidikan keterampilan.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.