Yogyakarta (ANTARA) - Associate Professor Program Studi Inter-Religious Studies (IRS) serta Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) di Sekolah Pascasarjana UGM, Prof Dicky Sofjan menyebut Kedutaan Besar (Kedubes) Iran ingin mengembangkan kerja sama berbagai bidang dengan Indonesia.
Prof Dicky di Yogyakarta, Selasa, mengatakan pengembangan kerja sama dengan Indonesia tersebut disampaikan Konselor Kebudayaan Kedubes Republik Islam Iran Dr Yahya Jahan Giri dalam kunjungannya ke Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) UGM Yogyakarta.
"Kita punya teman yang berfungsi sebagai Konselor Kebudayaan di Kedutaan Republik Islam Iran di Jakarta. Setelah saya bicara, beliau sangat senang berada di Indonesia dan sangat ingin mengembangkan kerja sama di segala bidang," katanya setelah menerima kunjungan Dr Yahya Jahan Giri tersebut.
Baca juga: Kedubes Iran berterima kasih atas donasi dari rakyat Indonesia
Menurut dia, berbagai bidang yang ingin dikerjasamakan tersebut di bidang pendidikan, riset, perfilman, engineering, bahkan ada penyebutan kerja sama dengan Program Studi (Prodi) Nuklir di perguruan tinggi negeri ternama di Yogyakarta ini.
"Itu saya kira tawaran yang sangat menarik," kata peneliti yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana UGM itu.
Dia menegaskan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, yang mempunyai kebijakan luar negeri bebas dan aktif, tentu menyambut baik tawaran kerja sama tersebut.
"Ya intinya adalah kita ini kan punya politik luar negeri bebas aktif, selayaknya kita mendasari kebijakan luar negeri kita sesuai dengan kepentingan nasional," katanya.
Sebagai akademisi yang memiliki latar belakang hubungan internasional, dia sering observasi tentang Timur Tengah, sistem perpolitikan Indonesia di dalam negeri, maupun hubungan luar negeri dengan ASEAN dan negara-negara Islam lain.
Oleh karena itu, kata dia, diharapkan pemerintah Indonesia dapat menjalin hubungan yang lebih baik dengan negara Iran dan kerja sama yang lebih luas di berbagai bidang.
Baca juga: Kedubes Iran sampaikan belasungkawa gugurnya personel TNI di UNIFIL
Baca juga: Kedubes Iran di Kuala Lumpur: Teheran tak melupakan teman-temannya
"Saya berharap bisa menjalin hubungan lebih baik lagi dengan Republik Islam Iran dan membangun kolaborasi yang lebih dalam dan luas dengan universitas-universitas dan akademisi di Iran," katanya.
Dia mengatakan orang Indonesia, termasuk para akademisi yang tidak terlalu mengenal Iran, saatnya menggiatkan diskusi hubungan historis, terlebih dengan adanya perang di Timur Tengah dan perkembangan dunia saat ini, Iran selalu disebut.
"Saya kira ini adalah waktu yang tepat untuk lebih menggiatkan diskusi tentang hubungan historis maupun kontemporer antara Indonesia dan Iran," katanya.
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.